Pokdarwis Peringati 100 Tahun Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mas menggelar seminar sehari untuk memperingati 100 Tahun Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka (1920-2020) di Kantor Perbekel Mas, Desa Mas, Ubud, Senin (28/12)

SEMINAR - Seminar membedah maestro seni kerawitan Bali, Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka (1920-2020), di Kantor Perbekel Mas, Desa Mas, Ubud.

Gianyar (bisnisbali.com) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mas menggelar seminar sehari untuk memperingati 100 Tahun Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka (1920-2020) di Kantor Perbekel Mas, Desa Mas, Ubud, Senin (28/12) kemarin. Seminar melibatkan perwakilan dari Puri Agung Mas dan Puri Agung Menara Ubud, Perbekel Mas, Ketua BPD, Ketua LPM, Klian Banjar Dinas se-Desa Mas, Ketua Karang Taruna, anggota Kelompok Pokdarwis Mas  dan tokoh masyarakat.

Ketua BUMDes Bersama Gianyar Aman, Drs. Mangku Nyoman Kandia, M.Ag., di sela-sela acara mengatakan, seminar ini bertujuan memperingati 100 tahun maestro seni kerawitan Bali, Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka (1920-2020). Selain itu, menyebarkan nilai-nilai berharga yang dilakukan selama hidupnya yang bermanfaat bagi warga Desa Mas, Bali, Indonesia dan dunia melalui diplomasi kebudayaan Bali baik di dalam maupun luar negeri.

Selaku pembicara, Mangku Kandia yang sebelumnya menjabat Ketua Pokdarwis Desa Mas berharap bisa memperoleh informasi tambahan dari masyarakat luas, khususnya warga Desa Mas yang tahu betul tentang sosok Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka. Ini akan dijadikan buku biografi almarhum yang ditulis oleh Kelompok Sadar Wisata Desa Mas. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi para seniman kerawitan Bali serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan dunia. Pembicara lainnya yakni Tjokorda Gde Raka Dharmika, S.H., Cokorda Gede Bagus Astika, Cokorda Putra Suastika dan I Kadek Agus Cahaya Suputra, S.Sn., M.Sn.

Kandia mengisahkan, Tjokorda Gede Agung Mas Kanaka sangat melegenda karena bakatnya menabuh kerawitan Bali sejak usia dini. Berbekal keterampilan menabuh, beliau menjadi dosen tamu di University of  California, Los Angeles,  Amerika Serikat (1960-1966) dan mengajar seni kerawitan Bali di Musuem Tropen, Belanda. Banyak hal lain yang sangat fundamental dari pengalaman hidup beliau yang memiliki nilai tinggi dan bermanfaat bagi masyaraat dunia.

Desa Mas yang kehidupan masyarakat bertumpu pada pertanian dan perajin kayu atau wood carver, juga melahirkan beberapa maestro di bidang seni budaya. Pada abad ke-19 lahir beberapa maestro dibidang seni pahat seperti  I Doyotan, Ida Poetu Taman, Ida Bagus Njana, Ida Bagus Gelodog, Ida Bagus Made Geria, Ida Bagus Tilem, Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Anom, I Ketut Pedungan Rodja, Mangku Pendet dan  I Ketut Alon.

Di bidang seni tari terdapat nama  I Made Gerembuang dan Anak Agung Rai Breset. Bahkan, nama besar seperti Mangku Ketut Liyer telah viral dalam film layar besar Hollywood yang berjudul ‘’Eat, Pray, Love’’ sebagai pemeran Balian Bali. *kup

BAGIKAN