PLN Sangkal Ada Kenaikan Tarif, Pelanggan Bisa Cek Sendiri Jumlah Penggunaan kWh  

Belakangan ini banyak keluhan masyarakat terkait tingginya pembayaran tagihan listrik, khususnya pelanggan pascabayar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Belakangan ini banyak keluhan masyarakat terkait tingginya pembayaran tagihan listrik, khususnya pelanggan pascabayar. Namun PLN menyangkal tidak ada kenaikan tarif listrik yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pada Rabu (13/5) lalu, PLN melakukan pertemuan dengan perwakilan pelanggan dan Ombudsman Bali di Kantor PLN ULP Denpasar. Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan I Made Suamba menyampaikan secara langsung penjelasan hitungan tagihan listrik kepada perwakilan pelanggan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Suamba mengatakan, tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Dipaparkannya, pada pemakaian bulan sebelumnya, digunakan hitungan rata-rata, mengingat tidak adanya petugas PLN yang mengecek meteran ditengah pandemi Covid-19. Ketika April dilakukan pembacaan meter yang menggunakan media whatsapp, terdapat selisih pemakaian bulan sebelumnya. “Selisih bulan sebelumnya itu yang ditambahkan pada pemakaian April. Jumlah tagihan sudah disesuaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Komunikasi PLN Unid Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya menambahkan, di tengah pandemi ini dengan banyaknya aktivitas masyarakat di dalam rumah, membuat penggunaan listrik rumah tangga mengalami peningkatan. Untuk lebih meyakinkan, Made Arya mengatakan, pelangan bisa mengecek jumlah kWh  yang digunakan setiap bulannya. Jumlah kWh tersebut bisa dikalikan dengan tarif listrik per masing-masing daya yang digunakan. “Dalam struk tagihan pembayaran memang tidak tertera tarif Rp/kWh, tapi bisa dicek melalui stand awal dan stand akhir jumlah kWh yang digunakan. Kemudian kalikan dengan tarif sesuai daya listrik yang dimiliki,” ujarnya.

Demikian dia mengatakan tarif listrik masih tetap sama, seperti R1M-900 volt ampere (VA) nom subsidi Rp1.352 per kWh, R1-1.300 dan seterusnya Rp1.467,28 per kWh. *wid

BAGIKAN