Pjs. Bupati Wayan Serinah Hadiri ’’Panyineban’’ Pujawali Pura Pasar Agung  Tetap Jalankan Prokes

UPACARA panyineban serangkaian pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, berjalan lancar,  Selasa (3/11).

PANYINEBAN - Pjs. Bupati Karangasem I Wayan Serinah (tengah) saat mengikuti upacara panyineban di Pura Pasar Agung, Selasa (3/11).  

UPACARA panyineban serangkaian pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, berjalan lancar,  Selasa (3/11). Upacara yang dipuput Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Kanginan Sibetan, Kecamatan Bebandem, dihadiri Penjabat Sementara (Pjs.)  Bupati Karangasem I Wayan Serinah, Sekda Sedana Merta, Staf Ahli, Kepala Kementerian Agama dan para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Karangasem.

Pelaksanaan upacara panyineban berjalan lancar. Pjs. Wayan Serinah mengatakan masyarakat dan pihak yang terlibat saat upacara diminta mengedepankan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin agar pelaksanaan upacara berjalan aman dan nyaman.

Upacara panyineban adalah salah satu rangkaian upacara yang digelar untuk persiapan puncak acara yang jatuh bertepatan pada rahina Purnama Kalima, Sabtu (31/10) lalu. Sementara itu, panitia upacara telah menyiapkan skema agar pelaksanaan tetap tertib dengan mengacu pada protokol kesehatan, di antaranya wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta wajib mencuci tangan dengan sabun.  Pelaksanaan upacara pun terbatas. Jika saat lalu rentetan upacara digelar selama 11 hari berturut-turut, kini hanya dilangsungkan selama tiga hari setelah puncak upacara.

Seksi Informasi, Komunikasi dan Publikasi Panitia Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana, mengatakan pujawali tetap digelar berdasarkan kesepakatan atau keputusan bersama PHDI Bali, MDA Bali dan prajuru Pura Pasar Agung. Pujawali tetap dilangsungkan meski situasi pandemi, namun penyelenggara upacara wajib memperhatikan pelaksanaannya tetap tertib. “Persiapan untuk upacara sudah siap. Semua rangkaian dan persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Kami sudah siapkan semua perlengkapan untuk prokes,” katanya.

Suara Arsana mengakui rentetan upacara yang dulunya 11 hari menjadi tiga hari pascapuncak upacara adalah pembatasan agar tak ada kerumunan. “Yang jelas inti upacara berlangsung dengan lancar. Kami juga melaksanakan upacara tanpa mengesampingkan pandemi Covid-19. Jadi, nyejer-nya dipersingkat,” tandasnya. *adv

BAGIKAN