Pilah Sampah Plastik Mulai Rumah Tangga

Sampah plastik masih ditemukan di jalan, sungai, tegalan dan di depan rumah sehingga wajib mendapatkan perhatian masyarakat dan pemerintah.

SAMPAH PLASTIK - Pertemuan  komunitas pencinta lingkungan untuk menggelorakan aksi Plastic Exchange.

Gianyar (bisnisbali.com) –Sampah plastik masih ditemukan di jalan, sungai, tegalan dan di depan rumah sehingga wajib mendapatkan perhatian masyarakat dan pemerintah. Untuk menangani sampah plastik tersebut dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam memilahnya mulai tingkat rumah tangga.

Inisiator Plastic Exchange (penukaran sampah plastik), Made Janur Yasa, Minggu (14/2) kemarin, mengatakan komunitas peduli lingkungan dan peduli sampah plastik seperti Tol-tol, Kedas-kedas, CUT, Eco Bali dan Petik mendorong penerapan aksi Plastic Exchange (PxC) untuk memerangi sampah plastik. Ini sudah diterapkan utamanya kantong plastik sekali pakai dengan beras.

Kegiatan penukaran sampah plastik dilakukan pada 200 banjar di Bali, utamanya di Kabupaten Gianyar. Selama delapan bulan terkumpul 300 ton. “Yang utama bukan penukaran sampah plastik dengan beras melainkan aksi plastic exchange sudah mampu mengubah kebiasaan masyarakat untuk memungut sampah plastik,” ucapnya.

Janur Yasa mengajak mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Sampah yang bersumber dari rumah tangga mesti dipilah baik sampah organik maupun sampah organik. Sampah yang tercampur tidak memiliki nilai. Jika dipilah, sampah organik bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kompos, sedangkan sampah plastik yang dikumpulkan dapat dijual ke pengepul, bank sampah atau tempat lain. “Sampah kantong plastik sekali pakai dan sampah plastik lainnya juga bisa ditukar di Plastic Exchange dengan beras secara barter,” jelasnya

Program Plastic Exhange  sejalan dengan konsep Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi. Dengan memilih sampah plastik dan mengolah sampah masyarakat  sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan alam, manusia dan Tuhan. ‘’Kami harap kegiatan edukasi dan aksi (edu-aksi) memerangi sampah plastik bisa berjalan optimal di Gianyar dan seluruh Bali,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara sangat mendukung aksi Plastic Exchange untuk pemilahan sampah plastik dan pengolahan sampah organik dari tingkat rumah tangga. Ini untuk mengurangi pengiriman sampah ke TPA. Saat ini Pemerintah Kabupaten Gianyar memang masih menerima sampah organik dan residu. Ke depan, pemkab hanya bisa menerima sampah residu. “Yang pasti penyelesaian sampah seharusnya dari sumbernya yaitu rumah tangga, setelah itu diselesaikan di tingkat desa,” pungkasnya. *kup

BAGIKAN