Pidato Pertama Bupati Karangasem Gede Dana, Tingkatkan Pendapatan dengan Biaya Murah

BUPATI Karangasem I Gede Dana  menyatakan, dalam situasi semua merasa serba sulit akibat pandemi Covid-19, Pemkab Karangasem berupaya menggenjot kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

JUMPA PERS - Bupati Karangasem I Gede Dana, Wabup Wayan Artha Dipa dan Ketua DPRD Wayan Suastika saat jumpa pers.

BUPATI Karangasem I Gede Dana  menyatakan, dalam situasi semua merasa serba sulit akibat pandemi Covid-19, Pemkab Karangasem berupaya menggenjot kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Arah kerja pemkab selain nantinya memetakan di mana klaster covid meningkat  sehingga bisa  ditiadakan,  juga mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah guna membiayai pembangunan.

Hal itu diungkapkan Bupati Gede Dana saat menyampaikan pidato politik pertama di depan sidang DPRD Karangasem serta pada jumpa wartawan usai serah terima jabatan dan penyampaian pidato politik di DPRD Karangasem, Jumat (26/2) lalu.

Bupati asal Desa Datah itu mengatakan, begitu bersama Wabup Wayan Artha Dipa ditetapkan sebagai Bupati Terpilih oleh KPU, pihaknya membentuk rumah transisi. Di rumah transisi itu pihaknya memberikan saran, masukan dan arahan agar potensi pendapatan daerah terutama dari pajak galian C yang semula diduga banyak bocor karena lemahnya pengawasan, sistem pengawasannya diperbaiki. Selain pihak DPRD Karangasem pimpinan Wayan Suastika sering kali melakukan pemantauan langsung ke lapangan, pegawai kontrak ditugaskan secara bergiliran  membantu petugas portal galian C.

Selama beberapa minggu sistem  pengawasan itu dijalankan, dari sebelumnya hanya bisa dipungut faktur pajak galian C 400-500 lembar, meningkat  tajam menjadi  1.600 per hari.  ‘’Ternyata kalau kita bekerja dengan baik, termasuk memperbaiki sistem dan pengawasan yang lebih baik, masih bisa meningkatkan pendapatan tanpa  banyak biaya,’’ paparnya.

Menurut Gede Dana, dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang secara nasional negatif, efisiensi dalam penggunaan anggaran dan bagaimana melaksanakan kinerja  upaya peningkatan pendapatan dengan sedikit biaya dan banyak hasil harus kita lakukan. ‘’Nanti kami bersama Pak Artha Dipa dan dibantu DPRD akan berjuang agar lebih banyak mendapatkan kucuran dana pembangunan dari Pemprov Bali atau pemerintah pusat ,’’ katanya.

Pihaknya bersama Wabup Artha Dipa tidak menyusun 100 hari kerja, tetapi langsung melanjutkan program dan APBD pemimpin sebelumnya. Dalam minggu ini, pihaknya akan merapatkan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi  Covid-19. Bersama gugus tugas akan dipetakan di mana terjadi peningkatan warga terpapar dan dicari strategi penanggulangannya.

Gede Dana minta masyarakat tetap mengikuti arahan gugus tugas dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ia mengharapkan pandemi  ini khususnya di Karangasem bisa ditekan menurun bahkan menghilang, sehingga kembali dapat beraktivitas terutama dalam membangun Karangasem. ‘’Kita semua tentunya tidak ingin lama tersandera pandemi covid ini. Mari berjuang bersama, bergotong royong menjalankan prokes dengan disiplin dan ketat, sehingga pandemi ini cepat berlalu,’’ tegasnya.

Bupati Karangasem dalam pidato politiknya banyak menyinggung soal pembangunan ekonomi kembali, dengan bekerja fokus, lurus dan tulus. Guna pemulihan ekonomi , sektor pertanian dalam arti luas harus serius digarap.  ‘’Kepada seluruh pimpinan sampai pegawai perangkat daerah, mohon nanti lebih kreatif dan inovatif bekerja  membantu kami dalam rangka membangun Karangasem. Bekerjalah fokus, lurus dan tulus,’’ pungkasnya. *adV

BAGIKAN