Petani Diimbau Jangan Selalu Gunakan Pupuk Kimia

Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., menghimbau agar petani jangan selalu menggunakan pupuk kimia.

KUNJUNGI USAHA PORANG - Wabup Tabanan Edi Wirawan mengunjungi usaha pertanian porang di Banjar Nyuh Gading, Mundeh, Selbar.

Tabanan (bisnisbali.com) –Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., menghimbau agar petani jangan selalu menggunakan pupuk kimia. Hal itu karena pupuk kimia cukup menguras biaya dibanding dengan pupuk organik. Pun dari segi hasil, tidak jauh beda. Imbauan itu diungkapkan Wabup Edi saat bertatap muka dengan sejumlah kelompok tani di Kantor Perbekel Mundeh, Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (26/3).

Turut hadir saat itu anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Suryadi, anggota DPRD Tabanan, Kadis Pertanian Tabanan, Camat Selbar, perbekel setempat, dan para ketua kelompok tani beserta beberapa anggotanya.

Edi Wirawan menyampaikan apresiasi atas respons positif para petani dan semangat melakukan dialog menyamakan persepsi dengan pemerintah guna membahas kelanjutan pertanian, termasuk pertanian porang ke depan.

Setelah melakukan berbagai macam pembahasan, Wabup Edi Wirawan menyatakan siap bahu-membahu bersama para petani untuk mencari solusi.

Dalam kunjungan pertamanya itu, Wabup Tabanan mengimbau petani agar memanfaatkan pupuk organik dalam usaha tani, terlebih pupuk organik sudah tersedia di Desa Mundeh. “Memang dengan pupuk organik, daun tanaman terlihat agak kekuning-kuningan,  tapi itu sehat. Kalau dengan pupuk kimia, urea misalnya, hijau daunnya sangat luar biasa. Hal inilah yang menyebabkan petani tergiur dengan pupuk kimia, padahal dari segi hasil tidak jauh beda,” beber Edi.

Dia menambahkan pemakaian pupuk kimia lebih rentan dari serangan penyakit. Contohnya pada tanaman padi yang menggunakan pupuk organik akan lebih kuat menahan angin bila berbuah dibanding memakai pupuk kimia. Untuk itu, Edi Wirawan minta Kepala Dinas Pertanian Tabanan agar mensosialisasikan pemakaian pupuk organik.

Perbekel Desa Mundeh I Nyoman Sukayasa melaporkan bahwa 98 persen  masyarakat Mundeh adalah petani. Dengan adanya pandemi, masyarakat setempat kini lebih menekuni pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah, selain ladang, dan sawah. Salah satunya membudidayakan tanaman porang. Sukayasa berharap Pemkab Tabanan memberikan arahan-arahan kepada masyarakat setempat mengenai pelaksanaan pertanian.

Sebelum melakukan tatap muka, Wabup Edi Wirawan berkunjung dan bertatap muka dengan para petani serta pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok tani maupun perseorangan di beberapa wilayah di Desa Mundeh. Wabup di antaranya mendatangi kediaman Jero Suatu, petani porang dan lebah, yang memanfaatkan pekarangan di musim pandemi di Banjar Nyuh Gading, Mundeh, Selbar. Di sana, Wabup Edi berbincang-bincang dengan Jero Suatu dan menerima aspirasi yang disampaikannya.

Selanjutnya Wabup Edi mengunjungi pelaku UMKM yakni perajin batok kelapa, Ni Wayan Sudiarmini, di Banjar Pancoran, Mundeh, Selbar. Saat itu, Wabup Edi juga berdialog dan menerima aspirasi pelaku UMKM tersebut. Wabup Edi kemudian mengunjungi Kelompok Tani Satwa Amerta di Banjar Pancoran, Mundeh, Selbar. Saat itu, rombongan diterima Ketua Kelompok Tani I Made Mudita. Ketika melakukan dialog dengan Wabup Edi, I Made Mudita melaporkan bahwa kelompok taninya bergerak di bidang ternak kambing dan pengolahan pupuk dari sisa pakan ternak kambing. *man

BAGIKAN