Petani di Tabanan Kembali Digelontor Bantuan dari Pusat

Sektor pertanian di Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan bantuan dari dana pusat yang menyasar seluruh sub sektor.

EMBUNG - Embung merupakan salah satu bagian dari program bantuan mitigasi perubahan iklim yang didapat Tabanan.       

Tabanan (bisnisbali.com) –Sektor pertanian di Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan bantuan dari dana pusat yang menyasar seluruh sub sektor. Penyerahan bantuan secara simbolis diselenggarakan di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh anggota DPR RI, I Made Urip, pada Kamis (6/8).

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengatakan, bantuan dari pusat ke sektor pertanian di Kabupaten Tabanan ini didapat mulai dari sub sektor tanaman pangan dan hortikultura. Selain itu, menyasar pada sub sektor perkebunan, sub sektor peternakan, dan sub sektor sarana dan prasarana pertanian. Penerima bantuan adalah sejumlah subak atau kelompok tani di 10 kecamatan di Tabanan.

Kata Budana, bantuan yang didapat masing-masing sub sektor, ada yang sudah didapat, ada yang sudah ditanam maupun ada bantuan yang masih dirakit. Misalnya, bantuan traktor. masih dirakit di balai benih Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan Tabanan. Harapannya, bantuan yang didapat oleh sejumlah subak dan kelompok tani ini dapat berguna di tingkat petani dan juga bantuan bisa diberjuangkan tiap tahun guna mendukung kegiatan pertanian dan peternakan di Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, bantuan yang didapat dari sub sektor tanaman pangan dan hortikultura adalah pengembangan kawasan bawang merah yang luasanya mencapai 25 hektar, pengembangan kawasan bawang putih seluas 45 hektar, pengembangan kawasan obat-obatan mencapai 12 hektar, pengembangan kawasan cabai 30 hektar, pengembangan kawasan manggis 43 hektar, peningkatan kawasan padi inbrida 2.532 hektar, peningkatan produksi jagung 1.212 hektar, peningkatan produksi kedelai 106 hektar, pengembangan budi daya padi organik 25 hektar, pengolahan hortikultura 2 unit, alat dan mesin sarana-prasarana pascapanen hortikultura 3 unit, dan alat mesin sarana-prasarana sebanyak 3 unit.

Sambungnya, pada sub sektor perkebunan terdiri dari, paket kegiatan mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim. Paket rintisan model pengembangan desa mandiri benih kakao, satu paket bangunan pengolahan pascapanen tanaman kakao dan pengendalian hama terpadu tanaman kakao dengan luasan mencapai 100 hektar.

Sementara itu, untuk bantuan di sub sektor peternakan, Tabanan mendapat alokasi pengembangan ternak ruminansia potong sapi mencapai 12 ekor. Selain itu, bantuan di sub sektor sarana prasarana pertanian meliputi traktor roda dua rotary mencapai 12 unit, power thereser 8 unit, cultivator 5 unit, handsprayer 10 unit, traktor roda dua singkal 1 unit, UPPO 3 unit, combine kecil 2 unit, cronsheer mobile 5 unit, dan portable rice mill 5 unit. *man

BAGIKAN