Pertumbuhan Ekonomi Minus Berpeluang Berlanjut di TW II

Pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh minus 1,14 persen pada triwulan I/2020 berpotensi akan berlanjut pada trimulan II tahun ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh minus 1,14 persen pada triwulan I/2020 berpotensi akan berlanjut pada trimulan II tahun ini. Ironisnya lagi pertumbuhan minus ini, bahkan berpeluang besar berada di bawah dari capaian sebelumnya.

“Kami secara institusi tidak boleh menyampaikan terkait prediksi. Namun jika melihat dari gambaran umum ketika triwulan I/2020 saat pandemi dan akibatnya kurang merata dalam tiga bulan, itu sudah menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang minus. Kini pertanyaannya, tiga bulan berikutnya (triwulan II) apakah kondisinya sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya? Itu bisa dilihat atau dirasakan saat ini,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, Selasa (30/6).

Terangnya, meski triwulan II akan berakhir pada Juni ini, BPS masih membutuhkan waktu 35 hari lagi untuk menghitung dan baru akan menyampaikan hasil resmi terkait pertumbuhan ekonomi pada 5 Agutus 2020 mendatang. Diakuinya, meski secara resmi baru bisa dirilis pada Agustus 2020 mendatang, potensi terkait pertumbuhan ekonomi ini sudah bisa dirasakan dengan mengacu pada sejumlah indikator aktivitas ekonomi yang ada saat ini.

Jelas Adi, di antaranya mengacu pada kondisi pariwisata yang datang ke Bali, mengacu pada kondisi ekspor barang dan inflasi. Salah satunya terkait ekspor, sesungguhnya ekspor Bali yang kuat bukan dalam bentuk barang, melainkan dalam bentuk ekspor jasa ke luar daerah. Katanya, Bali sebagai daerah pariwisata yang salah satunya menjual kamar hotel, bila kamar tersebut dihuni oleh wisatawan mancanegara, maka itu tercatat sebagai ekspor ke luar negeri. Di sisi lain, bila kamar hotel tersebut dihuni oleh wisatawan domestik, itu tercatat sebagai ekspor keluar wilayah.

“Bercermin dari itu, harapannya pengguna data bisa memanfaatkan apa yang akan kami rilis besok (1 Juli 2020) untuk membuat perkiraan sendiri menyangkut pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II/2020,” ujarnya.

Paparnya, jika hasil atau indikator pencipta pertumbuhan ekonomi Bali ini belum menunjukkan hasil yang lebih baik dari kondisi triwulan I/2020 lalu, maka siap-siap menerima hasil hitungan yang tidak lebih baik dari angka pertumbuhan sebelumnya. *man

BAGIKAN