Denpasar (bisnisbali.com) -Dampak merebaknya Corona Virus Disease (Covid) 19 di dunia sangat terasa pada pertumbuhan ekonomi Bali, yang sebelumnya terus tumbuh bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Kepala BI KPw Bali, Trisno Nugroho menyampaikan diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali yang sebelumnya 5,6%, turun menjadi 4,6%, pada acara Percepatan Pemulihan Pariwisata dan Perekonomian Bali Dampak Covid -19, Jumat (6/3)  di Gedung Bank Indonesia.

Coreksi pertumbuhan ekonomi tersebut karena 2020 kontribusi pariwisata cukup besar yaitu 48 persen lebih. Trisno berharap ekonomi Bali jangan sampai turun dibawah 5 persen. Karena bila turun hingga di bawah 5 persen, maka masyarakat akan banyak mengalami gangguan di bidang ekonomi.

“Saat ini Covid 19 telah menyebar di 80 negara. Di China penyebarannya 84 persen begitu juga di Jepang, Korea Selatan dan Iran. Outbreak Covid 19 mempengaruhi tingkat lalu lintas barang dan orang sehingga mempengaruhi kinerja ekonomi dunia,” tukasnya.

Ekonomi Tiongkok memberi kontribusi 17 persen pada ekonomi dunia. Sehingga kondisi di Tiongkok mengguncang dunia. Demikian juga Bali, akan terdampak oleh Covid 19, karena 48,58 persen ekonominya disumbang oleh pariwisata.

Pengaruh Covid 19 ke Bali melalui tiga jalur yaitu pariwisata, investasi, dan perdagangan. Sektor riil, kinerjanya menurun karena peran China besar sebagai negara tujuan besar ekspor dan impor Indonesia dan Bali khususnya, serta negara terbesar investasi.

Virus Covid 19 telak menekan kinerja pariwisata Bali 2020. Terjadi penurunan pariwisata sekitar 10 persen pada Februari. Karena 58 airlines menutup penerbangannya ke China. *pur

BAGIKAN