Pertumbuhan Ekonomi Bali, Diperkirakan Hanya Capai 2 Persen

Triwulan I 2021 ini diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali akan ada perbaikan, tapi belum signifikan melonjak tinggi.

PARIWISATA – Pariwisata meruapakan sektor yang dipastikan tidak bisa pulih dalam waktu dekat. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Triwulan I 2021 ini diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali akan ada perbaikan, tapi belum signifikan melonjak tinggi. Dengan berbagai kebijakan pemerintah yang ada maka estimasi pertumbuhan ekonomi bisa saja positif, tetapi masih relatif kecil yaitu di kisaran 1 persen sampai 2 persen saja.

“Kita semua harus optimistis. Artinya, pada 2021 ini pertumbuhan ekonomi Bali diharapkan lebih baik dari tahun 2020,” kata pemerhati ekonomi, Nyoman Sender, di Denpasar, Selasa (5/1).

Ia mengatakan, dukungan kebijakan pemerintah itu salah satunya dari adanya vaksinasi Covid-19. Vaksinasi diyakini berdampak positif pada ekonomi. Karena itulah, jika vaksinisasi betul-betul bisa dilaksanakan dalam bulan Januari 2021 ini maka kegiatan ekonomi bisa diharapkan mampu bertumbuh positif setidaknya naik 1 persen, maksimal 2 persen.

Selanjutnya, pada kuartal kedua, jika vaksinasi sudah dimulai awal Januari 2021 ini maka diharapkan pandemi Covid-19 akan menunjukkan penurunan secara gradual. Tentu dengan syarat, semua masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan memperhatikan jarak. “Kendati ada vaksin, bila masyarakat mengabaikan protokol kesehatan tersebut saya kok pesimis perbaikan kesehatan dan ekonomi bisa membaik,” ujarnya.

Pihaknya pun menilai, sektor yang berpeluang tumbuh pada 2021 adalah pertanian, perdagangan dan industri kecil dan menengah seperti UMKM. Oleh karenanya, pemerintah harus fokus melakukan pengembangan dan peningkatan pada sektor-sektor tersebut.

Sementara sektor ekonomi yang belum mampu segera pulih, kata dia, sudah pasti sektor pariwisata karena ternyata beberapa negara mengalami klaster kedua bahkan ketiga sehingga beberapa negara malah melarang warganya untuk bepergian ke luar. Untuk itu diharapkan pemerintah segera melakukan terobosan dan fokus menggarap wisata domestik.

”Tentu dengan catatan, masyarakat harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan tertib. Pelaku pariwisata, objek wisata, pengelola tempat rekreasi di Bali pun meningkatkan CHSE,” sarannya. *dik

BAGIKAN