Pertahankan Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

PEMERINTAH Kota Denpasar delapan kali berturut-turut mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali.

SERAHKAN PENGHARGAAN - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto (kiri) menyerahkan penghargaan yang diterima Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar  IGN Eddy Mulya di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Rabu (4/11) kemarin.

PEMERINTAH Kota Denpasar delapan kali berturut-turut mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali. Hal ini diapresiasi oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kementerian Keuangan RI melalui Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto menyerahkan penghargaan yang diterima Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Rabu (4/11) kemarin.

Penghargaan dalam bentuk piagam dan plakat diterima atas keberhasilan Pemkot Denpasar dalam menyusun dan menyajikan pengelolaan keuangan dengan opini WTP. Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto, Pemerintah RI memberikan penghargaan kepada Pemkot Denpasar yang telah mampu mempertahankan opini WTP selama delapan kali berturut-turut. “Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI. Sangat tidak mudah mempertahankan opini WTP sampai delapan kali berturut-turut,” ujarnya.

Hal ini menjadi prestasi Pemkot Denpasar berkat kerja keras dan disiplin karena setiap tahun kriteria dan penilaian BPK makin meningkat dan  detail. Langkah ini juga membutuhkan sinergi dan koordinasi dari seluruh unsur pemangku kepentingan yang bisa menyajikan laporan keuangan yang sangat berkualitas dari Pemkot Denpasar. ‘’Harapan kami penghargaan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami dari Ditjen Perbendaharaan siap bersinergi dan berkoordinasi untuk meningkatkan capaian laporan keuangan yang lebih baik serta dapat dipertahankan Pemkot Denpasar,” paparnya.

Tri Budhianto juga menyatakan dari raport kinerja Pemkot Denpasar sudah sangat baik serta dapat terus lebih mengoptimalkan capaian-capaian ini ke depannya. Ada beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan Pemkot Denpasar agar kinerjanya lebih optimal lagi. “Selamat kepada Pemkot Denpasar yang telah mampu mempertahankan opini WTP dan kami siap bersinergi mengoptimalkan capaian pengelolaan keuangan Pemkot Denpasar,” tambahnya.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Keuangan RI, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali dan BPK RI Perwakilan Bali yang terus membimbing Pemkot Denpasar untuk mencapai laporan keuangan yang baik. “Kami bersama seluruh jajaran OPD telah mampu meraih opini WTP. Mengemban opini WTP bukan hal ringan. Ini menjadi tantangan dan motivasi untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.  Untuk meningkatkan akuntabilitas ke depan, kami selalu mohon arahan serta bimbingan dalam meningkatkan profesionalisme kami sebagai aparatur pemerintah dalam meningkatkan kinerja,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, meskipun kita sedang dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19, hal ini tidak berarti menyurutkan semangat  untuk mengelola keuangan dengan baik, transparan dan akuntabel. Jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar sangat berterima kasih kepada Kementerian Keuangan RI yang telah mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah melalui penyerahan Piagam dan Plakat WTP ini. Pencapaian prestasi ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Pemkot Denpasar dan peran Legislatif sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Kota Denpasar. “Penghargaan ini juga kami jadikan tolok ukur dalam meningkatkan pemahaman dalam penyerapan anggaran, tata kelola keuangan dan pemerintahan yang lebih  baik, ” pungkas Eddy Mulya. *adv

BAGIKAN