Pertahankan Menu Tradisional

KULINER Bali sangat terkenal dengan cita rasanya yang khas. Terutama sajian masakan tradisional, yang semakin hari semakin sulit dicari.

KULINER Bali sangat terkenal dengan cita rasanya yang khas. Terutama sajian masakan tradisional, yang semakin hari semakin sulit dicari. Namun, terdapat satu tempat makan yang cukup terkenal menyuguhkan berbagai masakan tradisional khas Bali yakni Warung Makan CS Bedha yang terletak di Tabanan.

Owner Warung Makan CS Bedha, I Ketut Wenten mengatakan, warung makannya berfokus pada masakan Bali. Ada beberapa menu makanan yang memiliki ciri khas unik dan menjadi salah satu makanan yang paling diminati selama ini. Mulai dari lindung metunu mebejek, sayur gondo dan jukut kuah undis. Tiga menu tradisional ini merupakan andalan yang selalu dicari pengunjung.

“Untuk lindung metunu mebejek memiliki cara khusus untuk menikmatinya. Jadi, pengunjung akan diberikan bumbu terpisah dengan belut yang sudah dibakar. Pengunjung meracik sendiri makanannya sesuai selera. Selain itu, sayur gondo dan kuah undis adalah olahan sayur khas Tabanan. Adapun menu lain yang tidak kalah enak adalah olahan ikan tawar berupa gurami nyat nyat dan olahan ayam dengan berbagai macam bumbu,” ujar Wenten.

Eksistensi warung makan ini dijaga dengan tetap beroperasi selama pandemi Covid-19. Walaupun di awal sempat mengikuti anjuran pemerintah agar tidak menerima pengunjung secara langsung dan dialihkan dengan sistem take away. Sekarang, kondisi sudah mulai normal dan diperbolehkan menerima pengunjung, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Untuk prokes, diterapkan tidak hanya untuk pengunjung tetapi juga seluruh karyawan. Mulai dari imbauan yang diletakkan di depan warung makan untuk tetap menggunakan masker, fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun, penyediaan hand sanitizer dan jarak yang telah diatur. Berhubung lahannya cukup luas, jarak bisa diatur 1 sampai 2 meter. Jam operasionalnya juga sesuai dengan aturan pemerintah, yakni pukul 10.00 sampai 21.00 Wita,” imbuhnya.

Pria berumur 70 tahun ini membangun warung makannya dengan konsep taman yang rindang. Kenyamanan pengunjung menjadi motivasi utama. Dengan taman yang cukup luas, tempat ini sangat cocok dijadikan tempat makan keluarga. Sejak dibuka pada tahun 2017 lalu, respons masyarakat hingga saat ini sangat baik. Tempat ini juga sering dijadikan tempat perayaan acara tertentu.

“Walaupun sempat mengalami penurunan omzet mencapai 40 persen, tidak membuat saya menurunkan kualitas rasa. Selain menjaga cita rasanya agar tetap enak, strategi lain yang saya kerahkan adalah di segi pelayanan. Karena dua hal tersebut paket lengkap dalam memulai bisnis kuliner, kenyamanan dan kualitas sangatlah penting,” imbuhnya.

Bagi pecinta kuliner yang belum pernah merasakan makanan khas tradisional Bali, bisa langsung berkunjung ke warung makan CS Bedha yang berlokasi di Tabanan. Tentunya harus tetap dengen menerapkan prokes sesuai yang dianjurkan pemerintah.*git

BAGIKAN