Pertahankan Cita Rasa dan Utamakan Pelayanan Selama Pandemi

Sektor perekonomian mendapat pukulan keras dari berbagi arah selama pandemi Covid – 19

Tabanan (bisnisbali.com) –Sektor perekonomian mendapat pukulan keras dari berbagi arah selama pandemi Covid – 19. Beberapa usaha masih bertahan dengan mengupayakan berbagai strategi. Salah satunya dengan memberikan pelayanan ekstra ke para customer yang berdatangan, yang dijadikan acuan untuk menggaet customer lainnya.

Owner Coffee Shop M. Aboe Talib Made Margono mengatakan dalam situasi yang tidak dapat dihindari ini, komitmen bersama tim harus sejalan. Dengan menjaga pelanggan loyal yang datang, dan memberikan berbagai kebutuhan demi kenyamanan pelanggan.

“Kenyamanan yang kami tawarkan, tentunya paling utama dan penting adalah protokol kesehatan. Berkat talib lovers atau pecinta kopi yang berdatangan tetap disuguhkan dengan kopi yang memiliki cita rasa sama tanpa adanya perubahan dari dulunya. Sejak tahun 1940 sampai sekarang rasanya masih sama. Itu adalah daya tarik yang kami jual agar pelanggan yang sudah mengenal kopi talib sejak lama tidak kecewa. Prinsipnya, kami menambah menu baru tapi tidak mengganti cita rasa. Perlu juga saya sampaikan terima kasih banyak kepada talib lover yang ikut gencar menyebar luaskan informasi tentang keberadaan kopi talib ini di sosial media,” ujar Margono.

Walaupun penurunan omzet dirasakan kurang lebih 50 persen. Dukungan dari pelanggan setia sangat berarti selama kondisi seperti ini. Bisa diartikan sebagai berkah di tengah pandemi. Dari 7 outlet M. aboe Talib yang ada, keseluruhannya memiliki pelanggan dari jaman ke zaman.

“Berterimakasih saja rasanya tidak cukup, untuk itu kami disini selalu berusaha mengembangkan ide – ide baru agar pelanggan setia ini tetap meilirik M. Aboe Talib sebagai tempat favoritnya. Rencananya wi-fi akan dipasang di sini untuk memberikan pelayanan terbaik. Di sisi lain, sebisa mungkin tetap memeberikan harga terjangkau dengan makanan dan minuman yang dinikmati disini. Tempatnya juga sudah diperluas, jadi mampu menampung lebih banyak pelanggan dengan jarak yang sudah diatur sesuai imbauan pemerintah,” imbuhnya.

Sejauh ini tidak ada kiat untuk merumahkan karyawan. Semua masih berjalan normal, hanya penekanan pada biaya – biaya operasional yang perlu diatur. Yang tidak terlalu urgent bisa diundur atau tidak dilakukan dulu. Sehingga, dananya benar – benar teralokasi ke kebutuhan yang benar. Intinya konsistensi cita rasa dan pelayanan kepada pelanggan tetap dipertahankan.

“Saya harapkan seluruh masyarakat mampu mengarahkan pikirannya lebih positif lagi. Ambil hikmahnya dari pandemi ini. Jangan mau dipatahkan semangatnya oleh situasi dan kondisi. Win win solution- nya yang diutamakan. Terus bergerak, ikuti perkembangan, jangan sampai tertinggal,” tutupnya. *git

BAGIKAN