Persiapan WFB, Bali Lakukan Pengetatan

Program Work From Bali (WFB) yang dirancang sebagai upaya pemulihan pariwisata diharapkan tidak sampai membuat lonjakan kasus Covid-19 di Bali, mengingat beberapa daerah di luar Pulau Dewata kasus positifnya masih tinggi.

Denpasar (bisnisbali.com)-Program Work From Bali (WFB) yang dirancang sebagai upaya pemulihan pariwisata diharapkan tidak sampai membuat lonjakan kasus Covid-19 di Bali, mengingat beberapa daerah di luar Pulau Dewata kasus positifnya masih tinggi. Untuk itu, berbagai persiapan telah dilakukan agar Bali siap menerima kedatangan wisatawan dari luar daerah.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin saat dimintai konfirmasinya, Selasa (8/6) sore, mengatakan antisipasi lonjakan kasus positif Covid sudah dilakukan sejak awal pandemi lalu, terutama dalam pengetatan dan penyaringan di semua pintu masuk baik bandara maupun pelabuhan. “Hal itu tetap menjadi fokus perhatian kami. Contohnya di Gilimanuk, petugas TNI, Polri berkolaborasi dengan KKP di sana termasuk dengan Satgas di Kabupaten Jembrana,” ungkapnya.

Selain memeriksa bukti tes negatif Covid-19 masyarakat yang mau masuk Bali, di Pelabuhan Gilimanuk juga diadakan tes antigen dan GeNose. Di samping pengetatan di pintu-pintu masuk, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tetap menerapan protokol kesehatan, minimal 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). Disiplin prokes harus tetap dilakukan meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Terkait vaksinasi Covid-19, Rentin memaparkan dari 4,3 juta jiwa penduduk Bali, 1,7 juta jiwa sudah mendapatkan vaksinasi. Menurutnya, saat ini kasus positif Covid-19 sudah melandai. Hal ini ditandai tiga hal. Pertama, kasus harian baru relatif rendah, selalu di bawah 100. Selanjutnya persentase kesembuhan meningkat yang mana per Selasa (8/6) lalu mencapai 95,86 persen, rasio kematian menurun dan tingkat keterisian ruang isolasi pada rumah sakit rujukan di Bali berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan di bawah 20 persen. “Syarat dari WHO, keterisian ruang isolasi hanya boleh 40 persen,” jelasnya.

Menyusul melandainya kasus Covid-19 di Bali serta berbagai upaya yang dilakukan untuk menekan terjadinya lonjakan kasus, Rentin menegaskan Bali sudah siap menerima tamu dari luar. “Semoga program-program dari pusat termasuk WFB bisa menguatkan kembali sektor pariwisata Bali dan pembukaan pintu bagi wisatawan mancanegara bisa terlaksana,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN