Persiapan Galungan dan Kuningan, BI Dorong Penerapan Transaksi Nirsentuh

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berupaya menjaga pasokan dan harga tidak mengalami lonjakan menjelang Galungan dan Kuningan pada September 2020 ini.

Denpasar (bisnisbali.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berupaya menjaga pasokan dan harga tidak mengalami lonjakan menjelang Galungan dan Kuningan pada September 2020 ini. Selain itu, BI juga mendorong agar masyarakat melakukan transaksi pembelian menggunakan pembayaran nirsentuh.

“Untuk transaksi pembayaran, masyarakat perlu didorong dengan internet banking dan mobil banking melalui e-commerce termasuk penggunaan QRIS. Diupayakan pembayaran dengan nirsentuh,” kata Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Senin (7/9) kemarin.

Menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, BI Bali sudah melakukan rapat koordinasi tingkat tinggi (high level meeting) TPID dengan beberapa kabupaten di daerah ini. Termasuk dengan TPID Propinsi Bali yang rencananya Rabu mendatang. Koordinasi tetap dilakukan meskipun dua bulan terakhir Bali mengalami deflasi. “Di September ini ada sedikit tekanan untuk beberapa produk yang diperlukan masyarakat, namun masih terkendali dengan ketersediaan stok cukup memadai,” ucapnya.

Diharapkan, dengan rapat koordinasi dapat mencegah inflasi daerah karena dikhawatirkan permintaan kebutuhan pokok akan meningkat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

Sebelumnya, BI memperkirakan inflasi pada September 2020 akan tetap terkendali. Meskipun demikian, adanya hari raya Galungan dan peningkatan kegiatan pariwisata pada September 2020 berpotensi memberikan tekanan harga. Menghadapi potensi tantangan tersebut, BI Bali akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah melalui TPID.

Pihaknya pun menyebutkan, guna memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran nasional, kata dia, TPID kabupaten/kota dan provinsi Bali senantiasa berupaya menjalankan program 4K (kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif). *dik

BAGIKAN