Permintaan Pernak-Pernik Penjor Menurun

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan pernak-pernik penjor yang menjadi kebutuhan upakara jelang hari raya Galungan dan Kuningan tetap ramai.

PENJOR - Penjualan pernak-pernik penjor di Kawasan Desa Adat Tuka, Badung.

Mangupura (bisnisbali.com)Di tengah pandemi Covid-19, permintaan pernak-pernik penjor yang menjadi kebutuhan upakara jelang hari raya Galungan dan Kuningan tetap ramai. Namun, ada perbedaan permintaan baik dari segi jumlah ataupun jenis dibandingkan perayaan Galungan dan Kuningan sebelum pandemi.

 Salah seorang pedagang grosir dan eceran sarana upacara di Desa Adat Tuka, Dalung, I Gede Dody Budiartha, S.E., M.M, saat ditemui, Sabtu (12/9), mengatakan, perayaan Galungan dan Kuningan terutama dalam hal pembuatan penjor menjadi keharusan bagi sebagian umat sehingga permintaan pernak-pernik penjor tetap ada. Namun, dia mengatakan ada penurunan permintaan jika dibandingkan dengan Galungan dan Kuningan sebelumnya.

Dody menyebutkan, permintaan pernak-pernik penjor lebih kepada yang ukuran menengah ke bawah dengan harga relatif lebih murah. Namun beberapa di antaranya masih tetap menginginkan yang besar dengan harga yang lebih tinggi. “Sebelumnya kami sempat ragu menyediakan produk yang mahal-mahal. Namun ternyata ada permintaan untuk produk tersebut, jadi kami baru kebut produksinya,” ungkap Dody.

Sebelumnya, pedagang eceran tidak banyak melakukan pemesanan, dikarenakan khawatir permintaan pernak-pernik penjor jelang Galungan kali ini menurun drastis. Namun mendekati Galungan, permintaan terus datang dari pedagang eceran, sehingga dia pun mengaku kewalahan. “Saya rasa untuk permintaan pernak-pernik penjor itu pasti ada, karena menjadi keharusan bagi sebagian orang. Namun demikian kami akui memang ada penurunan permintaan dibandingkan Galungan sebelumnya,” terang Dody.  Disinggung soal harga, yang ditawarkan masih tetap sama, tidak ada kenaikan ataupun penurunan dari sebelumnya. Hanya saja untuk saat ini stok yang disediakan lebih banyak ke pernak Pernik yang murah meriah. *wid

BAGIKAN