Permintaan Pernak-pernik Imlek masih Lesu

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang, permintaan pernak-perniknya masih lesu dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

MASIH LESU – Permintaan pernak-pernik Imlek, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2020, masih lesu.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang, permintaan pernak-perniknya masih lesu dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pemilik toko perlengkapan sembahyang di kawasan Gerenceng Denpasar, Andi Wijaya mengatakan, penjualan mengalami penurunan hingga 50% lebih.

Kondisi perekonomian yang masih belum membaik, menurut Andi menjadi penyebab rendahnya permintaan pernak-pernik Imlek. “Situasi ekonomi yang melesu ini, pernak – pernik Imlek belum ramai dicari orang. Karena hotel – hotel dan restoran juga masih punya pernak- pernik yang lama, sehingga itu yang mereka pasang kembali paling nambah dikit – dikit yang kekurangannya saja,” tutur Andi, Minggu (19/1) di Denpasar.

Bahkan, dikatakan langganannya yang dari hotel dan restoran tidak ada yang mencari lampion karena yang dibeli tahun lalu masih bisa dipakai. “Paling mereka cuma membeli hiasan bernuansa tikus karena tahun ini tahun tikus. Itu pun hanya sedikit, sisanya mereka pakai hiasan yang tahun lalu,” tukasnya.

Tapi bila ada hotel dan restoran baru, mereka pasti akan membeli pernak-pernik Imlek dalam jumlah yang lebih banyak. Pernak-pernik Imlek yang biasanya dicari hotel dan restoran seperti lampion, gambar, gantungan – gantungan dan hiasan untuk di pintu utama.

Andi mengatakan tahun – tahun sebelumnya dua minggu sebelum Imlek, konsumen mulai berburu pernak – pernik Imlek. Tapi tahun ini hingga seminggu sebelum Imlek belum ada permintaan yang terlalu mencolok. “Kalau untuk rumah tangga, biasanya yang dicari seperti kue keranjang, manisan dan angpao. Tapi sekarang juga masih belum ada permintaan yang terlalu besar,” ucapnya.

Rendahnya permintaan berpengaruh terhadap harga jual. Produk yang biasanya dijual Rp50 ribu saat ini paling dijual Rp20 ribu. Pernak-pernik yang biasanya dijual Rp35 ribu, saat ini hanya dibanderol Rp15 ribu. Meski demikian permintaan, masih tetap minim.

Selain itu dikatakan, tiap tahun terjadi pergantian shio. Tahun ini adalah shio tikus, yang berpengaruh terhadap peruntungan sesuai dengan kelahiran masing- masing orang. *pur

BAGIKAN