Permintaan Mulai Meningkat

BERDAMPINGAN dengan pandemi Covid-19 hampir 9 bulan, tentunya berdampak dengan pasang surutnya perkembangan ekonomi.

BERDAMPINGAN dengan pandemi Covid-19 hampir 9 bulan, tentunya berdampak dengan pasang surutnya perkembangan ekonomi. Masyarakat lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan pokok dibanding yang lainnya. Namun, tuntutan work from home juga menyebabkan minat masyarakat di segmen peralatan rumah tangga meningkat.

Direktur Grand Bumi Mas Electronic and Furniture, Richie Caesar Bumi mengatakan, bisnisnya sama seperti yang lain, mengalami penurunan omzet dari awal pandemi. Selain dikarenakan masyarakat lebih mendahulukan kebutuhan primer dibanding sekunder, daya beli masyarakat, khususnya di Bali juga melemah. Namun, sekarang bisa dikatakan membaik. Sudah ada masyarakat yang membeli alat-alat rumah tangga, khususnya di tempat usahanya yang berlokasi di Gatot Subroto Barat.

“Pergerakan wisata domestik sudah mulai ada. Walaupun, belum bisa dikatakan membantu pariwisata Bali bangkit kembali, setidaknya hal tersebut membuat beberapa restoran dan hotel memiliki pilihan untuk tetap buka. Otomatis kebutuhan elektronik dan furniture juga terkena imbasnya. Sejak November ini, sudah mulai ramai yang datang ke toko dan segmen peralatan dapur meningkat. Itu dikarenakan tuntutan pemerintah agar masyarakatnya bekerja dan bersekolah dari rumah,” ujar Richie Caesar.

Terkait kesempatan baru ini, pihaknya menggencarkan pemasaran dengan memberikan banyak promo dan diskon terutama untuk barang yang diincar sekarang yang berguna untuk menunjang kebutuhan rumah tangga. Intinya, tetap menjaga eksistensi selama pandemi Covid-19, dengan tujuan masyarakat lebih familiar dengan keberadaan toko elektronik dan furniture ini. Selain itu, produk yang disuguhkan sangat beragam dan memiliki kualitas yang bagus. Harganya mulai dari yang murah sampai premium.

“Konsepnya adalah one stop shopping. Jadi, customer yang berkeinginan untuk membeli alat alat elektronik dan juga furniture bisa langsung di satu tempat saja. Pelanggan juga tidak perlu khawatir untuk berkunjung, karena kami di sini menerapkan protokol kesehatan dengan sangat disiplin. Mulai dari fasilitas cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, bagian kasir juga menggunakan face shield dan tentunya wajib masker. Kebersihannya sangat dijaga si seluruh area toko,” imbuhnya.

Sebelum pandemi, marketing cukup luas dengan membangun kerja sama dengan mitra-mitra kecil. Namun, kegiatan tersebut menurun selama pandemi ini. Karyawan awalnya juga sempat dirumahkan yakni pada Mei sampai Juni. Sekarang sudah dipanggil kembali dan bekerja normal.

“Untuk seluruh masyarakat kami siap melayani anda di jam operasional pukul 09.00 hingga 21.00 Wita setiap hari. Untuk teman-teman sesama pebisnis, jadikan pandemi ini pelajaran agar sekiranya kita lebih bisa berhemat dan rajin menabung,” tutupnya. *git

BAGIKAN