Permintaan Lesu dan Harga Anjlok, Peternak Ayam Potong di Klungkung Kurangi Jumlah Bibit

Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat ekonomi masyarakat lemah, namun juga berdampak terhadap usaha peternakan ayam potong di Kabupaten Klungkung.

AYAM - Kondisi kandang ayam milik salah satu peternak di Klungkung.

Semarapura (bisnisbali.com)  –Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat ekonomi masyarakat lemah, namun juga berdampak terhadap usaha peternakan ayam potong di Kabupaten Klungkung. Sebab, minimnya kegiatan membuat permintaan ayam potong dari restoran, hotel dan pasar tradisional menurun drastis. Akibatnya para peternak kelimpungan untuk menjual ayam potong mereka. Bahkan ada yang terpaksa mengurangi jumlah bibit ayam potong yang mereka pelihara.

Seperti yang dialami peternak asal Desa Timuhun, Sudharma. Dirinya mengaku terpaksa melakukan penurunan jumlah bibit, karena situasi pandemi. Apalagi dirinya juga tidak ingin rugi banyak sehingga dari awalnya ia yang memelihara hingga 6000 ekor ayam potong, saat ini hanya sekitar 3000 ekor.

“Saat ini peternakan lesu, jadi harus kurangi jumlah ternak agar tidak rugi juga di pakan,” ujar Sudharma, Selasa (29/9) kemarin.

Hal senada juga dikatakan salah seorang pekerja peternakan ayam potong di Desa Manduang, I Nengah Artaya. Menurut dia, pandemi Covid-19 sangat berimbas terhadap para peternak ayam potong di Klungkung. Apalagi sejak bulan Maret, mulai tidak ada permintaan dari hotel dan restaurant sehingga hal ini  membuat harga ayam potong anjlok.

” Saat itu harga ayam potong anjlok, bisa kurang dari Rp 12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga ayam potong berkisar Rp 22 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram,” ungkap Nengah Artaya.

Karena berkurangnya permintaan, sejumlah perusahaan peternakan harus mengurangi bibit. Misalnya pada kandang yang diurus oleh Nengah Artaya, jika sebelum pandemi kandangnya bisa memelihara 10.000 ekor ayam potong. Namun saat ini paling banyak pihaknya hanya memelihara sekitar 5.000 ayam potong. Itupun sebagaian besar hanya dipasarkan di sejumlah pasar di Bali.

“Sebenarnya kalau usaha ayam potong itu pasang surut. Tapi semenjak pandemi justru sangat lesu. Harga ayam potong terakhir setahu saya Rp18.000 per kilogramnya,” ujar Artaya seraya berharap kondisinya segera kembali baik, agar pasar kembali menggeliat.  *kmb

BAGIKAN