Permintaan lebih Menggeliat, Layangan Celepuk Dominan Diminati 

Musim layangan kali ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini membuat lebih banyak orang tertarik dan memiliki waktu bermain layangan.

Mangupura (bisnisbali.com) –Musim layangan kali ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini membuat lebih banyak orang tertarik dan memiliki waktu bermain layangan. Hal ini tentunya mampu memberikan angin segar bagi pembuat dan penjual layangan karena permintaan meningkat drastis.

Seperti yang dirasakan salah seorang penjual layangan di kawasan Sempidi, Badung, Si Luh Hayati. Saat ditemui di tempat usahanya pada Kamis (23/7) kemarin, wanita yang akrab disapa Biang Bintang ini mengaku, penjualan layangan jauh meningkat tahun ini, mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Durasi waktunya saat ini lebih lama. Ini sudah hampir 5 bulan musim layangan, masih juga ada permintaan meski sudah ada penurunan dibandingkan 2 bulan lalu,” ujarnya.

Biang Bintang yang notabena pedagang musiman ini pun awalnya mengaku khawatir jika layangan yang distoknya tahun ini bernasib sama dengan ogoh-ogoh yang tidak laku terjual dikarenakan pandemi covid-19 melanda. Dikatakannya, permintaan layang-layang di luar prediksinya, yang ternyata jauh meningkat dari tahun sebelumnya. “Tahun ini saya menyediakan 15.000 pcs layangan. Awalnya saya takut ini tidak terjual karena dampak pandemi covid-19 ini, tetapi di luar dugaan. Penjualan malah lebih banyak dan sampai kekurangan stok waktu itu,” jelasnya.

Diakuinya, untuk eceran dia bisa menjual hingga 50 pcs per hari. Sementara untuk grosir tergantung pada pelanggan yang datang. Sehari dikatakannya bisa mengirim 1.000 pcs layangan untuk pelanggan grosir. Berbagai jenis layangan ini, kata Biang Bintang, sebagian diproduksi oleh masyarakat sekitar terutama yang berbahan plastik. Sementara yang berbahan kain termasuk air brush didatangkan dari wilayah lainnya, seperti Gianyar, Karangasem dan Sanur.

Disinggung soal harga, untuk eceran harga layangan dijual dari Rp8.000 per pcs hingga Rp50.000 per pcs, tergantung ukuran dan jenis layangan yang diinginan. Selain layangan jadi, Biang Bintang juga menjual bahan layangan lainnya, seperti lampu layangan, bambu, benang dan sebagainya.

Hal senada juga dirasakan oleh salah seorang undagi (pembuat) layangan di kawasan Sanur, I Made Widayadnya. Dia biasanya membuat layang-layang tradisional Bali. Namun, kali ini di tengah pandemi covid-19, dirinya lebih banyak menerima pesanan layangan jenis celepuk dengan berbagai ukuran mulai dari 1 meter hingga 5 meter bentang sayap layangan. “Layangan celepuk banyak dicari karena mudah dibuat dan mudah diterbangkan. Banyak yang menerbangkan layangan ini di rumah masing-masing,” ujarnya.

Dalam sehari mampu menyelesaikan 5-7 buah layangan dengan berbagai ukuran. Jika ramai pesanan, dia dapat membuat puluhan layangan siap terbang. Hal ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi covid-19. Harga yang dipasang untuk jenis layangan jenis celepuk bervariasi, mulai dari Rp80.000 hingga ratusan ribu tergantung besar dan lebarnya layangan. *wid

BAGIKAN