Permintaan Jahe Naik, Petani mulai Kewalahan

Dipercayanya jahe mampu menangkal virus corona membuat rempah yang satu ini banyak dicari. Akibatnya karena belum memasuki musim panen, petani terpaksa memanen jahe sebelum waktunya.

Bangli (bisnisbali.com) –Dipercayanya jahe mampu menangkal virus corona membuat rempah yang satu ini banyak dicari. Akibatnya karena belum memasuki musim panen, petani terpaksa memanen jahe sebelum waktunya. Meski demikian petani mengaku masih kewalahan memenuhi permintaan jahe akhir-akhir ini.

Merebaknya virus corona ini juga berdampak naiknya harga jahe di pasaran. Pasalnya,  tanaman rempah-rempah ini dianggap sebagai obat penangkal virus corona sehingga harga jahe naik sekitar 20 persen di Bangli.

Menurut Wayan Subamia, salah seorang petani jahe di Bangli, pascamerebaknya virus corona dan kabarnya umbi jahe dianggap sebagai obat penangkalnya, harga jahe belakang ini mengalami peningkatan. “Naiknya harga karena permintaan jahe makin meningkat belakang ini,” ujarnya. Untuk harga jahe muda awalnya Rp13 ribu, kini naik menjadi Rp15 ribu. Jahe tua dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu dan untuk jahe merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Menurut Wayan Subamia, puncak panen pada Juli dan Agustus. “Untuk sekarang jahe tua stok kosong, yang ada jahe muda,” ujarnya. Disinggung adanya rencana untuk panen lebih awal, Wayan Subamia masih pikir-pikir. Jika harga jahe muda melonjak naik, tidak menutup kemungkinan jahe akan dipanen lebih awal. “Kualitas jahe bagus, bisa saja panen di awal,” sebutnya.

Sementara itu, hasil panen jahe biasanya diambil oleh pengepul asal Denpasar, dan tak jarang dijual langsung di pasar seperti Pasar Kayuambua, Kecamatan Susut. Wayan Subamia mengelola lahan seluas 1,8 hektar. Dengan luasan lahan yang dikelolanya mampu memanen umbi jahe sekitar 15 ton.

Selain itu, warga Desa Tiga hampir sebagian besar memiliki tanaman jahe. “Lahan yang dikelola bervariasi, dikembangkan pula tanaman lainnya,” sambungnya. Di satu sisi petani memang meraup untung dengan penjualan jahe kali ini, namun di sisi lain petani harus bergegas agar stok tidak sampai kosong. Meski banyak penduduk setempat membudidayakan jahe namun saat ini hampir semua kewalahan memenuhi permintaan pasar. *ita

BAGIKAN