Permintaan Bumbu Dapur masih Minim

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, permintaan  terhadap kebutuhan pokok masyarakat tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

BUMBU DAPUR – Sejumlah bumbu dapur yang dijual di Pasar Badung.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, permintaan  terhadap kebutuhan pokok masyarakat tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Khususnya bumbu dapur hingga H-5 Galungan masih minim permintaan yang disinyalir karena pengaruh lesunya perekonomian masyarakat.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, Denpasar, Ni Wayan Wandri, menyebut permintaan masih sepi. Padahal permintaan seharusnya sudah banyak pada H-8 Galungan, dikarenakan adanya Hari Suci Sugian sebagai rangkaian Galungan dan Kuningan. “Harusnya sebelum Sugian sudah ramai, karena banyak persembahyangan, banyak yang melakukan upacara, sehingga kebutuhan bumbu dapur meningkat,” terangnya, Jumat (9/4) kemarin.

Dia mengakui dibandingkan hari-hari biasa memang ada peningkatan permintaan, hanya tidak seramai sebelumnya. Kondisi ini kemungkinan dikarenakan masyarakat kebanyakan menekan jumlah belanja akibat lesunya perekonomian. Mereka yang biasanya berbelanja 1-2 kilogram untuk satu jenis bumbu dapur, saat ini hanya belanja setengah. “Bahkan, untuk beli bawang kebanyakan beli eceran, misalnya beli Rp 5.000 saja,” ujarnya.

Di samping itu, saat ini ada penjual makanan jadi, seperti lawar, sate dan sebagainya yang bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Hal ini membuat masyarakat lebih tertarik membelinya untuk menekan jumlah belanja. Oleh sebab itu Wandri mengaku tidak berani menyediakan banyak barang untuk dijual.

Hal senada diungkapkan oleh pedagang bumbu dapur lainnya di pasar yang sama, Ketut Muji. Dia mengatakan permintaan bumbu dapur menjelang Galungan dan Kuningan kali ini kenaikannya tidak begitu signifikan. Berbeda dengan Galungan sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh lesunya perekonomian masyarakat. “Banyak yang sudah tidak bekerja, dirumahkan, sehingga uang sulit. Jadi, semua pada menekan jumlah belanja,” tuturnya.

Disinggung soal harga, ia menyatakan masih normal. Seperti bawang merah saat ini dijualnya Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, bawang putih Rp 25.000 per kilogram dan cabai Rp 60.000 per kilogram. Demikian juga cabai menurutnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan lagi. “Paling tinggi Rp 70.00 hingga Rp 75.000 per kilogram nantinya,” ungkap Muji. *wid

BAGIKAN