Perlu Sistem Khusus Populerkan Arak Bali

Harapan arak Bali bisa menjadi minuman populer masih membutuhkan banyak upaya.

ARAK - Salah seorang bartender tengah meracik minuman yang berbahan dasar arak.

Denpasar (bisnisbali.com) – Harapan arak Bali bisa menjadi minuman populer masih membutuhkan banyak upaya. Salah satunya, perbaikan sistem produksi dari petani ke industri hingga proses pemasaran.

 Salah seorang produsen minuman beralkohol, Ida Bagus Rai Budarsa, di Sanur, Kamis (12/11) kemarin, mengatakan, prospek pemasaran arak Bali pada dasarnya sangat besar. Namun, hingga saat ini persepsi tentang minuman tradisional ini masih rendah.

Untuk mampu meningkatkan persepsi tersebut, Ida Bagus Rai menegaskan, kualitas arak harus ditingkatkan. Pengawasan terhadap peredaran arak ilegal pun harus lebih gencar dilakukan. “Karena akan percuma jika di satu sisi kualitas sudah bagus, tapi arak ilegal masih beredar, persepsi orang akan masih tetap sama, karena namanya juga sama yaitu arak,” ungkapnya.

Menurutnya, diperlukan sistem dan dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan persepsi terkait arak Bali. Mulai dari produksi yang lebih menekankan kualitas. “Untuk membuat kualitas arak menjadi bagus, maka butuh satu pilot project pengembangan arak dengan kualitas bagus yang nantinya bisa disebarkan ke petani. Karena petani tidak hanya bisa diwacanakan saja untuk meningkatkan kualitas. Terkadang yang namanya kebutuhan, petani juga lebih memikirkan laku terjual dibandingkan sabar menunggu untuk menghasilkan kualitas yang bagus, ini juga menjadi kendala,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ida Bagus Candra Setiawan. Dia mengatakan, upaya yang dibutuhkan untuk membuat arak menjadi minuman mendunia yaitu sistem yang tepat. Misalnya, petani yang mengumpulkan produknya dalam sebuah lembaga mungkin berbentuk koperasi dilanjutkan dari koperasi ke pelaku industri yang lebih modern sehingga menghasilkan produk yang menarik untuk dipasarkan.

Saat ini banyak masyarakat yang salah persepsi terhadap dikeluarkannya Pergub Nomor 1 tahun 2020 tentang tata Kelola Minuman Permentasi dan atau Destilasi Khas Bali, yang sebenarnya adalah memberikan legalitas untuk petani dalam memproduksi arak. Namun, untuk legalitas edar eceran belum ada, sehingga perlu ada pemahaman kepada pelaku usaha terkait agar ada kesamaan persepsi yang pada akhinya bisa mendorong arak Bali menjadi minuman mendunia. *wid

BAGIKAN