Perlu segera Direspons, Pertumbuhan Ekonomi Bali Kali Kedua Terkoreksi

Perekonomian Bali bertumpu pada sektor jasa tersier atau pariwisata sangat terpukul sebagai dampak dari pandemi covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Perekonomian Bali bertumpu pada sektor jasa tersier atau pariwisata sangat terpukul sebagai dampak dari pandemi covid-19. Keadaan ini menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi terdegradasi di level minus 1,14 persen (kuartal 1/2020) dan kemudian terkoreksi kembali minus 10 persen lebih di kuartal II/2020.

“BPS Bali mencatat pertumbuhan ekonomi Bali triwulan II/2020 yaitu -10,98% (yoy), jauh lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh -1,14% (yoy). Bila hal ini tidak segera direspons tentu akan menyebabkan terkoreksinya kembali pertumbuhan ekonomi Bali ke depannya,” kata praktisi ekonomi dari UNHI, Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si. di Sanur, Kamis (6/8).

Karena itu, ia mendukung berbagai kebijakan yang sudah diambil dan dilaksanakan oleh pemerintah. Misalnya, untuk menggerakkan perekonomian dengan mulai dibuka kembalinya objek-objek wisata secara 3 tahap. Itu dimulai pada 9 Juli lalu untuk masyarakat lokal. Kemudian tahap kedua pada 31 Juli untak masyarakat domestik dan tahap ketiga rencananya 11 September 2020 untuk wisatawan mancanegara.
“Upaya pemerintah tersebut tentu untuk menggeliatkan kembali gairah kepariwisataan di Bali yang terpuruk akibat pandemi covid 19 ini,” ujarnya.
Diakui Krisna, begitu pariwisata dibuka memang tidak otomatis akan langsung dirasakan dampaknya. Pihaknya memprediksi dampak pembukaan objek wisata kemungkinan baru akan terasa pada kuartal II/2021. Itu pun dengan asumsi normal. Dalam artian tidak lagi muncul kasus positif covid baru yang masif.

“Walupun sektor pariwisata sudah mulai dibuka secara bertahap masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan bijak, mengingat sampai saat ini vaksin covid masih dilakukan pengujian klinis. Jadi protokol kesehatan harus tetap dikedepankan untuk memitigasi munculnya kasus baru,” paparnya.
Perlu disadari, protokol kesehatan merupakan hal mutlak yang harus tetap dilakukan karena pariwisata ini adalah industri bisnis kepercayaan. Sepanjang pelaku usaha, pemerintah, masyarakat komit dan disipilin menerapkan protokol kesehatan ini. Krisna meyakini ini akan memunculkan kepercayaan bagi stakeholder terkait dengan industri pariwisata itu sendiri.

“Terlebih beberapa waktu lalu Bali mendapat atau dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia. Dari 25 destinasi terbaik menurut situs berpengaruh dunia di dunia kepariwisataan yakni Tripadvisor, bersama London, Paris and Crete,” imbuhnya.

Hal tersebut juga tentunya akan memberi motivasi sekaligus rasa percaya diri kepada semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata Bali itu sendiri. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Bali, di samping sektor-sektor lainnya.*dik

BAGIKAN