Perlancar Aktivitas Ekonomi, Jalan Penghubung Tegenungan-Sukawati Rampung Akhir 2020

Pascalongsor, 2 tahun silam jalan antara Tegenungan dan Sukawati masih saja dilewati warga meski tanda larangan sudah dipasang di beberapa titik.

PASCA LONGSOR - Jalan antara Tegenungan dan Sukawati masih dilewati warga meski tanda larangan sudah dipasang di beberapa titik. Rencananya perbaikan jalan ini akan rampung akhir tahun ini.

Gianyar (bisnisbali.com)-Pascalongsor, 2 tahun silam jalan antara Tegenungan dan Sukawati masih saja dilewati warga meski tanda larangan sudah dipasang di beberapa titik. Kondisi ini, menjadi perhatian Pemkab Gianyar melalui OPD terkait pascapemberitaan di media tentang salah satu warga yang mobilnya hampir terperosok karena memaksa melintasi di jalan tersebut. Pemkab Gianyar melalui OPD terkait langsung turun meninjau kondisi terkini jalan tersebut, Senin (13/1).

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Gede Suastika saat meninjau lokasi mengatakan, pascalongsor awal 2018 lalu, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra memberikan beberapa pertimbangan terutama dari aspek keselamatan warga yang melintas. Pemerintah mengambil kebijakan untuk membuat jalan baru penghubung Desa Tegenungan dengan Desa Sukawati.

Saat itu, ditindaklanjuti dengan mohon bantuan dana untuk penanganan longsor ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat oleh BPBD Kabupaten Gianyar. “Pak Bupati mengambil kebijakan membuat jalan baru, longsor sudah berulangkali terjadi di jalan tersebut karena struktur tanahnya labil,” kata Ngurah Suastika.

Proses pembebasan lahan kurang lebih 28 Are untuk jalan baru tersebut sudah rampung di tahun 2019. Saat ini, proses pengerjaan fisik mulai dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar karena dana bersumber dari bantuan BNPB Pusat. Dengan dibangunnya jalan baru ini, nantinya warga yang melintas tidak merasa waswas meski pada musim penghujan karena posisi jalan yang representatif.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, A A Oka Digjaya dihubungi terpisah mengatakan, saat ini pengerjaan jalan baru penghubung Tegenungan Sukawati masih dalam proses penyelesaian administrasi. Hal ini dikarenakan, dana bantuan dari BPPB Pusat berupa Rahabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Bencana sebesar Rp4,2 miliar baru masuk akhir 2019 lalu. Meski demikian, percepatan proses pengerjaan dilakukan dengan menyelesaikan segera proses administrasinya mengingat jalan Tegenungan – Sukawati sangat penting bagi masyarakat.

“Kita selesaikan dulu administrasinya sehingga pertengahan tahun ini kita bisa mulai pengerjaan fisiknya dan akhir tahun ini ditargetkan sudah rampung. Kami harap warga bersabar hingga rampung dikerjakan dan sementara mencari alternatif jalan lain yang lebih aman,” kata A A Oka Digjaya. *kup

BAGIKAN