Perekonomian Tumbuh Positif jika Covid-19 Turun Signifikan, Triwulan II 2021 baru Terasa Perbaikan

Praktisi ekonomi dan bisnis Prof. IB Raka Suardana memprediksi perekonomian akan dapat tumbuh positif jika sudah ada perubahan signifikan dalam penurunan covid-19, serta telah ditemukan vaksinnya.

Denpasar (bisnisbali.com) –Praktisi ekonomi dan bisnis Prof. IB Raka Suardana memprediksi perekonomian akan dapat tumbuh positif jika sudah ada perubahan signifikan dalam penurunan covid-19, serta telah ditemukan vaksinnya.
“Jika tidak, wisatawan masih akan tetap sulit datang ke Bali meski sudah masuk tatanan era baru,” katanya di Renon, Rabu (15/7).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas University ini menyampaikan tatanan Bali era baru memang sudah diterapkan oleh pemerintah namun jika sampai Desember 2020 situasi pandemi virus corona ini tidak juga membaik secara signifikan, maka pertumbuhan ekonomi dari negatif ke positif baru akan dirasakan pada triwulan kedua 2021, bahkan baru bisa membaik pada triwulan 1 2022.
“Meski sudah menerapkan protokol kesehatan, tetap secara signifikan kedatangan wisatawan tidak akan menjadi melonjak,” ujarnya.

Menurutnya sejak 9 Juli 2020, Bali telah memulai tatanan ekonomi baru, khususnya untuk dunia atau industri pariwisata. Kebijakan tersebut tentu bertujuan baik agar ada geliat ekonomi. Sebab perekonomian Bali terkontraksi cukup signifikan pada dua kali triwulan lalu.

Dengan mulai diterapkan tatanan era baru, diharapkan pula masyarakat yang ingin berwisata sudah bisa menggunakan momen tersebut. “Namun saya belum yakin sekali akan ada geliat ekonomi yang drastis dan bisa mengubah perekonomian,” ucapnya.
Wisatawan lokal yang akan mengunjungi tempat wisata, diprediksi masih terbatas, sebab ada ketakutan untuk berkerumun secara ramai, terutama mereka yang kelas terdidik. Sementara bagi wisatawan nusantara (luar Bali) yang rencananya dibuka 31 Juli 2020, juga masih sangsikan akan banyak berdatangan. Sebab, syarat untuk memasuki destinasi wisata memerlukan syaratnya yang agak lumayan, seperti adanya kewajiban lolos rapid tes.
“Selain itu, biaya trasportasi ke Bali juga lumayan mahal,” imbuhnya.

Bercermin kondisi tersebut, Prof. Raka menekankan jadi meskipun telah diterapkannya tatanan era baru, geliat ekonomi masih tetap lambat. “Untuk pertumbuhan ekonomi pada 2020 ini, sampai akhir tahun diperkirakan masih terkontraksi (minus) jika yang dipakai tolak ukur year on year (YoY),” paparnya.*dik

BAGIKAN