Percepat Vaksinasi Covid-19 di Bali, Daerah-Pusat Mesti Terus Bersinergi

Bali sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 karena 52 persen pekerjanya ada di sektor pariwisata.

TINJAU - Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra dan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede meninjau vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan Inti Bali dan IKBS.

Denpasar (bisnisbali.com) – Bali sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 karena 52 persen pekerjanya ada di sektor pariwisata. Vaksinasi sebagai upaya keluar dari pandemi Covid-19 terus didorong melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pusat yang diharapkan terus dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Hongkong Garden Denpasar, Kamis (27/5).  “Kehadiran kami di Provinsi Bali dalam melaksanakan fungsi pengawasan DPR RI terkait program vaksinasi nasional. Bali merupakan ikon pariwisata Indonesia. Sejak Covid-19 melanda Indonesia, Bali sangat terdampak karena 52 persen pekerjanya di sektor pariwista. Hal ini menjadi perhatian kami mengatasi melalui sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, program vaksinasi di Bali menjadi prioritas  pemerintah. Keterlibatan peran banjar dan komunitas dalam pelaksanaan vaksinasi diharapkan  dapat menjadi contoh bagi daerah lain bergotong royong untuk Indonesia. Di samping itu, kepala daerah dan pemerintah pusat mesti terus bersinergi dan berkoordinasi dalam melaksanakan vaksinasi sebagai  cara mengantisipasi dan bersama keluar dari pandemi Covid-19. Puan Maharani juga mengingatkan agar selalu ingat pesan ibu dengan menerapkan  protokol kesehatan (prokes) yang baik. “Saya dorong terus agar 70 persen penduduk Bali segera mendapatkan vaksinasi,” katanya.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam laporannya menyatakan, dalam mempercepat vaksinasi di Provinsi Bali pihaknya menggunakan dua metode, yakni  gotong royong dan reguler dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan (faskes). Pengembangan vaksinasi dilakukan massal berbasis banjar dan komunitas yang diselenggarakan secara gotong royong. Berbasis komunitas seperti yang dilaksanakan Inti (Indonesia Tionghoa) Bali. Pemprov Bali juga bekerja sama dengan perguruan tinggi melaksanakan studi kesehatan sebagai vaksinator.  Vaksinasi massal per hari mencapai 80 ribu orang sehingga sesuai dengan target. Bali telah menerima vaksin dari pemerintah pusat sebanyak  2,6 juta dosis.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, untuk mendukung optimalisasi vaksinasi, Pemkot Denpasar juga melaksanakan vaksinasi jemput bola dengan menyasar titik tertentu seperti banjar, kantor perbekel dan pasar. “Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen  masyarakat untuk bisa mempercepat cakupan vaksinasi di Kota Denpasar,” pungkasnya. *wid

BAGIKAN