Perbekel Gandeng Kejari, Cegah Penyalahgunaan Dana Desa  

Guna mencegah penyalahgunaan dana desa, Perbekel se-Kabupaten Gianyar kini mendapat pendampingan Kejaksaan Negeri Gianyar.

MoU-Penandatanganan nota kesepahaman di bidang Keperdataan dan Tata Usaha Negara, antara Perbekel dengan Kejaksaan Negeri Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Guna mencegah penyalahgunaan dana desa, Perbekel se-Kabupaten Gianyar kini mendapat pendampingan Kejaksaan Negeri Gianyar. Hal ini terungkap saat Penandatanganan nota kesepahaman di bidang Keperdataan dan Tata Usaha Negara, antara Perbekel dengan Kejaksaan Negeri Gianyar pada Kamis (12/3) di Balai Budaya Gianyar.

“Pelaksanaan nota kesepahaman ini sebagai komitmen Kejaksaan RI memberikan dukungan kepada pemerintahan desa  untuk bisa menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan peraturan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Agung Mardiwibowo, S.H. saat memberikan sambutan.

Dukungan tersebut, kata Agung Mardiwibowo, pemerintah desa  bisa memanfaatkan jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN)  untuk mengawal  pemanfaatan dana desa agar selalu tepat sasaran. Sebab banyaknya sumber dana yang masuk desa tentu rentan terjadi penyalahgunaan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan.

Selain itu, dukungan diberikan jika  terkait masalah hukum. Sebab, dalam menjalankan roda pemerintahan desa tentu ada saja permasalahan yang dihadapi

“Jika ini terjadi maka jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) dapat dimanfaatkan sebagai solusi pemecahan masalah,” imbuh Agung Mardiwibowo.

Sementara Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Mayun membacakan sambutan Bupati Gianyar, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah pencegahan dari pemerintah daerah, kejaksaan dan pihak terkait untuk memberikan rasa aman bagi kepala desa dalam pengelolaan keuangan desa. Hal ini mengingat desa mendapat dana desa yang tiap tahun meningkat.

Ia mengajak semua perbekel melaksanakan tata kelola keuangan desa khususnya dana desa agar sesuai dengan ketentuan. Apalagi tahun 2020 dana desa di Gianyar  pertama kali cair 60 persen sebesar Rp 37 miliar ke rekening kas desa.

Penandatangan dihadiri perbekel se-Kabupaten Gianyar, Kejaksaan Negeri, organisasi perangkat daerah dan pihak terkait lainnya. Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan sosialisasi jaksa pengacara negara oleh Kasi Datun Kejari Gianyar Martina P, S.H. MBA kepada 64 perbekel se-Kabupaten Gianyar. *kup

BAGIKAN