Perbarindo Bali Gelar Pelatihan ’’Great Personality on New Life Future’’

Mengawali masa tatanan kehidupan normal baru, DPD Perbarindo Bali, Selasa (21/7) menggelar pelatihan Great Personality on New Life Future bertempat di Hotel Puri Nusa Indah.

PERBARINDO-DPD Perbarindo Bali  melaksanakan pelatihan Great Personality on New Life Future bertempat di Hotel Puri Nusa Indah, Selasa (21/7).

Denpasar (bisnisbali.com) –Mengawali masa tatanan kehidupan normal baru, DPD Perbarindo Bali, Selasa (21/7) menggelar pelatihan Great Personality on New Life Future bertempat di Hotel Puri Nusa Indah. Pelatihan menghadirkan keynote speaker Rurin Hamarta dan Paul Hamarta dibuka Sekretaris DPD Perbarindo Bali bersama Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan SDM DPD Perbarindo Bali.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja di sela-sela pelatihan mengatakan  akibat Covid-19 ini telah melumpuhkan ekonomi masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19,  BPR tidak boleh berhenti menjalankan fungsi intermediasi finansial.

Ia menjelaskan BPR menerima kepercayaan dari masyarakat harus dijalankan lewat pelayanan yang baik. Melalui pelatihan ini industri BPR tetap berbenah dari segi peningkatan sumber daya manusia (SDM) walaupun dilanda Covid-19.

Dipaparkannya, bisnis tidak boleh berhenti karena Covid-19. Walaupun demikian, dalam pelayanan kepada masyarakat ini harus tetap mengedepankan protokol kesehatan. Menurut Made Suarja, ke depan diharapkan BPR tetap bisa berkembang bersama UMKM.

Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan para karyawan BPR mempunyai kemampuan dalam hal pelayanan walaupun di situasi akibat wabah Covid-19. Suarja menyampaikan mengingat jumlah peserta mencapai 90 orang maka kegiatan dibagi menjadi 2 gelombang sehingga protokol kesehatan Covid-19 tetap berjalan seperti jaga jarak antarpeserta. Ini termasuk menggunakan masker oleh setiap peserta.

Made Suarja menambahkan pelatihan motivasi ini akan memberikan semangat baru bagi karyawan BPR. Ini semangat dalam menjalankan bisnis dan semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan protokol kesehatan.

Rurin Hamarta selaku tutor di antaranya menyampaikan krisis tidak begitu saja membentuk karakter. Kesusahan adalah persimpangan yang membuat seseorang memilih satu di antara dua jalan karakter atau kompromi. *adv

BAGIKAN