Perbarindo Badung Kembali Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPK Badung kembali menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang kali ini menyasar masyarakat Kelurahan Kuta, Badung.

Perbarindo Badung saat membagikan masker kepada pedagang di Pasar Kuta I, Senin (19/4)

Mangupura (bisnisbali.com) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPK Badung kembali menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang kali ini menyasar masyarakat Kelurahan Kuta, Badung. Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pembagian sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan kepada masyarakat yang pernah atau sedang terjangkit Covid-19 ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial BPR se-Kabupaten Badung dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di Kantor Lurah Kuta, Senin (19/4), yaitu Camat Kuta I Nyoman Rudiartha, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kuta, Deputi direktur Manajemen Strategis Edukasi Perlindungan Konsumen Dan Kemitraan Pemda, OJK Regional VIII Bali Nusra I Nyoman Hermanto D, Ketua DPK Perbarindo Badung berserta jajarannya serta masyarakat Kuta secara terbatas. Kegiatan diawali dengan pembagian masker kepada pedagang di Pasar Kuta.

Ketua DPK Perbarindo Badung Agus Prima Wardana mengatakan, kegiatan kali ini merupakan kegiatan ketiga sekaligus terakhir di tahun ini dalam hal literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Sebelumnya dua kegiatan yang sama telah berjalan yang menyasar Desa Darmasaba dan Desa Dalung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keuangan serta menghindari masyarakat dari kerugian akibat investasi bodong.

Agus berharap dari kegiatan ini ketika situasi pulih nantinya, BPR bisa menjadi sahabat masyarakat, termasuk di Kuta atas jasa keuangan yang dibutuhkan. “Dalam hal inklusi keunagan Kuta menjadi sasaran terakhir kita kali ini dan kita tahu jika di Kuta masih mati suri. Di balik itu ada peluang yang bisa kita garap, yang target kita di Badung saat ini adalah di segmen UMKM, karena banyak pelaku pariwisata yang beralih ke UMKM,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga mensosialisasikan program kredit bunga lunak yang diberikan kepada UMKM. Dikatakannya telah disediakan plafon Rp 40 miliar yang tersebar di 48 BPR untuk membantu UMKM di Badung.

Sementara itu, Camat Kuta Nyoman Rudiartha, mengucapkan apresiasi kepada Perbarindo Badung atas kepeduliannya terhadap masyarakat di Kuta di tengah pandemi Covid-19 ini. Dikatakannya, 90 persen masyarakat Kuta bergantung pada sektor pariwisata yang tentunya mengalami dampak parah saat ini.

Dia pun mengapresiasi BPR se-Kabupaten Badung dengan misi membangun UMKM yang memberikan kredit bunga lunak di tengah pandemi Covid-19 ini. “Kami atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kecamatan Kuta mengucapkan terimakasih kepada Perbarindo Kabupaten Badung yang telah peduli terhadap perekonomian dan masyarakat di Kecamatan Kuta,” ujarnya.

Deputi direktur Manajemen Strategis Edukasi Perlindungan Konsumen Dan Kemitraan Pemda, OJK Regional VIII Bali Nusra I Nyoman Hermanto D, menambahkan, meski di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap menjalankan literasi dan inklusi keuangan, termasuk kali ini bersama Perbarindo Badung. Pemahaman masyarakat terhadap keuangan terutama dalam hal investasi, dikatakannya sangat penting untuk terhindar dari investasi yang merugikan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, Kuta sebagai daerah maju tetap menjadi sasaran investasi baik legal ataupun illegal. “Dalam rangka sosialisasi itu kami sisipkan mana produk legal dan illegal,” terangnya. *ad

BAGIKAN