Perbankan Masih Diandalkan di Tengah Covid-19  

Di tengah masa pandemi Covid-19 dan berimbas pada sektor ekonomi, masyarakat diharapkan tetap mempercayai lembaga perbankan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah masa pandemi Covid-19 dan berimbas pada sektor ekonomi, masyarakat diharapkan tetap mempercayai lembaga perbankan. Industri perbankan masih bisa diandalkan oleh masyarakat untuk menempatkan dana mereka meskipun diterpa pandemi Covid-19. “Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan penempatan dana di perbankan karena LPS menjamin hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank,” kata Sekretaris LPS Muhammad Yusron, di Denpasar.

Ia mengatakan, dana masyarakat dijamin dengan syarat 3T yakni tercatat pada pembukuan bank, tingkat simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Bila itu semua terpenuhi maka dana masyarakat yang berada di bank terjamin.

Masyarakat di Bali sebaiknya tetap tenang dan mempercayai lembaga perbankan resmi serta tidak terpancing isu-isu liar tidak bertanggung jawab yang bertujuan mengurangi kepercayaan terhadap perbankan. Ia pun mengungkapkan, sejak 2005 hingga September 2020, LPS telah membayar simpanan layak dibayar milik nasabah senilai Rp 117,94 miliar terhadap 13.582 rekening. Adapun klaim yang tidak layak dibayarkan senilai Rp 60,62 miliar terdiri dari 462 rekening.

Karenanya, ia berharap perlu adanya informasi-informasi positif yang dapat membangun harapan masyarakat pemilik dana di perbankan. Dengan begitu, akan ikut membantu menjaga kondisi perekonomian. Dengan begitu Indonesia bisa keluar dari resesi dan bagaimana industri jasa keuangan atau perbankan bisa menanggapi apa yang terdampak ini dengan baik. “Itu penting di saat kondisi masyarakat susah kita harus sampaikan berita-berita yang positif karena kalau negatif terus tidak akan merubah kondisi apapun,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan semua bank yang beroperasi di wilayah Indonesia adalah peserta penjaminan LPS. Adapun pada saat ini aset LPS mencapai Rp 138 triliun.

Sementara itu, Dirut PT BPR KAS Rio Christian mengatakan, tidak ada alasan nasabah untuk panik karena dana mereka dijamin aman oleh LPS asalkan sesuai dengan ketentuan yang telah disyaratkan. Dia mengajak semua pihak bersama-sama mengawal setiap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikeluarkan. Artinya, auto koreksi terhadap kebijakan tersebut karena ujungnya sebagai pelaku industri adalah butuh untuk kecepatan. “Salah satu terkait ada isu-isu berkaitan dengan lembaga keuangan yang tidak resmi tapi berusaha menghimpun dana masyarakat dengan iming-iming suku bunga yang tinggi,” sarannya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya juga mengajak media untuk ikut berkontribusi mempromosikan UMKM sehingga membantu menggerakkan perekonomian daerah. *dik

BAGIKAN