Perbankan harus Bersiap Hadapi Era ”Banking 4.0”

Perbankan sedang bergerak ke Banking 4.0, sehingga akan menimbulkan persaingan yang makin kompetitif antara perbankan dengan fintech yang memiliki bisnis seperti perbankan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Perbankan sedang bergerak ke Banking 4.0, sehingga akan menimbulkan persaingan yang makin kompetitif antara perbankan dengan fintech yang memiliki bisnis seperti perbankan. Untuk itu, perbankan harus bersiap menghadapi era Banking 4.0.

“Banking 4.0 sudah hadir di depan mata, sebuah konsep bank yang sangat berbeda dengan bank konvensional,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho di Renon.
Menurutnya bank yang ditopang oleh teknologi era digital seperti teknologi blockchain, artificial intelligent (AI) dan database (termasuk big data) telah menghadirkan berbagai tantangan bagi perbankan untuk segera melakukan perubahan.

Diakui perbankan harus bisa lebih berinovasi dalam memenuhi kebutuhan nasabah akan layanan perbankan yang cepat, murah, nyaman dan bisa dilakukan di mana saja. Inovasi tersebut dibutuhkan untuk menyikapi persaingan pada era digital seiring pesatnya pertumbuhan financial technology (fintech) yang bisa menggerus pasar dari perbankan konvensional.
Dalam seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perbankan (BMPD) Daerah Bali yang mengambil tema “The Future Banking and Financial Landscape in Digital Era” ini, Trisno menyebutkan perbankan bila tidak berubah terus secara agresif mengikuti perubahan teknologi tentu akan kehilangan merebus pasar termasuk menghadapi tantangan global ke depannya. Termasuk, segmen pasar yang dituju.

Pihaknya pun melihat pengembangan finansial teknologi tetap akan melibatkan perbankan sebagai backhone Indonesia.
Bari Arijono yang merupakan Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia mengatakan, Banking 4.0 menelaah transformasi radikal yang sedang dan telah terjadi dalam industri perbankan dan menyimpulkannya.
“Seperti apa perbankan dalam 30 tahun ke depan?, 50 tahun ke depan? . Bank-bank harus merespons perubahan ini,” katanya.
Ia menyampaikan regulator kini mengkaji ulang friksi, perizinan, dan peraturan-peraturannya, perusahaan perusahaan rintisan (startup) di bidang Fintech sedang menata ulang bisnis perbankan.
Menurut Bari bank-bank didesak untuk mengembangkan keterampilan baru, fungsi baru dan kecakapan baru, yang berbeda dari yang sebelumnya mereka jalankan. Masa depan perbankan bukan lagi sekadar jasa simpan pinjam, transaksi pembayaran dan pemberian kredit-melainkan menyatu di dalam fitur voice smart assistant seperti Alexa, Google, dan Siri milik Apple, yang siaga 24 jam 7 hari untuk membayar, mengorder, bertransaksi atau menanyakan informasi.

Banking 4.0 membahas mengenai apakah bank menyatu dengan dunia atau tidak. Industri perbankan sebagai industri jasa keuangan adalah industri yang tergolong dengan “Highly Regulated Industry”. Sebagaimana diketahui perubahan perilaku konsumen bank ke arah transaksi digital telah direspon industri perbankan dengan lebih banyak mengalokasikan anggaran teknologi informasinya untuk pengembangan aplikasi maupun upgrade aplikasi/platform.*dik

 

BAGIKAN