Perbaikan Ekonomi Ditentukan Ketersediaan Vaksin Covid-19

Pelaksanaan protokol kesehatan merupakan salah satu kunci utama kebangkitan industri pariwisata.

Dr. Agus Fredy Maradona

Denpasar (bisnisbali.com) – Pelaksanaan protokol kesehatan merupakan salah satu kunci utama kebangkitan industri pariwisata. Selain mampu menekan penyebaran virus corona, hal tersebut juga bisa meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk melakukan aktivitas wisata.

“Masyarakat akan percaya bahwa risiko tertular Covid-19 dapat ditekan ketika pelaku usaha, termasuk hotel, restoran, dan lainnya, menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata praktisi ekonomi dari Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona, di Renon, Rabu (11/11) kemarin.

Menurutnya, perbaikan perekonomian di akhir tahun 2020 juga akan ditentukan oleh ketersediaan vaksin Covid-19. Sejauh ini, sejumlah perusahaan farmasi sudah hampir menyelesaikan fase final dari uji coba vaksin, sehingga dalam waktu dekat bisa didistribusikan kepada masyarakat. Hal ini akan sangat mendorong kebangkitan perekonomian, terutama industri parisiwata dan rekreasi. “Namun, karena proses vaksinasi memerlukan waktu, maka perbaikan kondisi perekonomian juga memerlukan proses,” ujarnya.

Kendati demikian, ia optimis di akhir 2020 perekonomian dan industri pariwisata Bali akan berada pada jalur recovery, meski perlu waktu untuk fully recovered. Terlebih lagi, penanganan Covid-19 telah menunjukkan kinerja yang semakin baik, yang tercermin dari tingkat kasus pasien baru yang terus menurun. Untuk itu patut diapresiasi upaya pemerintah, khususnya Satgas Covid-19, serta masyarakat yang telah mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitasnya. ”Apabila hal ini berlanjut, maka saya optomis sampai akhir tahun kasus Covid-19 di bali akan terus menurun,” katanya.

Ia menilai, meski pertumbuhan ekonomi Bali masih negatif (yoy), diyakini akan ada pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh mulai aktifnya pasar wisatawan domestik, serta konsumsi masyarakat yang mulai tumbuh.

Khususnya untuk pariwisata, sektor ini hingga akhir tahun akan sangat bertumpu pada wisatawan domestik. Oleh karenanya, pelaku industri pariwisata di Bali hendaknya menggarap pasar ini dengan optimal.

”Bagi masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya, saya berharap turut menjadi bagian dari wisatawan domestik ini. Dengan turut menjadi konsumen industri pariwisata Bali, maka kita bersama-sama mempercepat pemulihan industri pariwisata dan tentunya perekonomian di Pulau Dewata,” paparnya.

Diakui negara-negara lain, seperti Australia juga melakukan hal ini. Pemerintahnya mendorong masyarakatnya untuk berwisata di dalam negeri guna mempercepat bangkitnya industri pariwisata.*dik

BAGIKAN