Perbaikan Ekonomi Bali Diyakini Berlanjut

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali optimistis pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2021 akan berlanjut positif.

EKONOMI - Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho saat menjelaskan mengenai kondisi ekonomi Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali optimistis pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2021 akan berlanjut positif. Diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali akan berkisar pada 4,5 persen sampai dengan  5,5 persen karena beberapa indikator diperkirakan makin membaik. “Untuk akhir 2020 ini pertumbuhan berkisar pada -9,2 persen sampai dengan -8,8 persen,” kata Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, di Renon, Senin (21/12).

Ia mengatakan, dengan memperhatikan hasil-hasil survei, indikator-indikator, memperhatikan kondisi sistem keuangan, stabilitas harga serta keuangan pemerintah, kondisi domestik dan global yang mengalami perbaikan pada 2021, maka ekonomi Bali akan mengalami kondisi sama. Pertumbuhan ekonomi domestik membaik sejalan meningkatnya realisasi stimulus fiskal dan mobilitas masyarakat serta membaiknya permintaan global.

Ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 membaik yang tercermin pada pertumbuhan sebesar 5,05 persen (qtq) dari kontraksi 4,9 persen kuartal to kuartal atau berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49 year on year dari 5,3 persen year-on-year pada triwulan sebelumnya. “Meningkatnya realisasi stimulus dan membaiknya mobilitas menopang perbaikan permintaan domestik secara bertahap dan konsumsi maupun investasi,” jelasnya.

Sementara itu, kinerja ekspor juga membaik didorong permintaan global terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Perbaikan ekonomi domestik yang terus berlanjut, diakui Trisno, tercermin pada perkembangan positif sejumlah indikator pada Oktober 2020 seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran non-makanan dan online, PMI manufaktur serta pendapatan masyarakat baik sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

Nilai tukar rupiah menguat didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran-aliran masuk modal asing. Inflasi tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai sejalan dengan kebijakan akomodatif yang ditempuh BI kondisi likuiditas tetap longgar sehingga mendorong suku bunga terus menurun dan mendukung pembiayaan perekonomian.

Sementara, perbaikan perekonomian global berlanjut setelah pada triwulan III 2020 tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi dunia pada triwulan III 2020 di banyak negara mulai membaik didorong oleh stimulus kebijakan dan peningkatan mobilitas ekonomi Tiongkok tumbuh positif sedangkan perbaikan ekonomi Amerika Serikat, kawasan Eropa dan Jepang lebih tinggi dari perkiraan awal.

Sejumlah indikator dini pada Oktober 2020 mengindikasikan berlanjutnya perbaikan ekonomi global. Hal ini tercermin dari meningkatnya mobilitas masyarakat, terlarutnya ekspansi PMI manufaktur dan jasa di Amerika Serikat dan Tiongkok, serta membaiknya keyakinan konsumen dan bisnis di Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Ke depan, perbaikan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut didukung oleh meningkatnya mobilitas dan berlanjutnya stimulus kebijakan.

“Perbaikan ekonomi global ini mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu ketidakpastian pasar keuangan global menurun didorong oleh ekspektasi positif terhadap prospek perekonomian global dan adanya ketidakpastian pemilu Amerika Serikat,” paparnya.

Perkembangan ini kembali meningkatkan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang berbagai negara termasuk Indonesia.*dik

BAGIKAN