Perayaan Harkop Ke-73 Gubernur Koster Dorong Bentuk Koperasi Produksi  

Peringatan Hari Koperasi ke-73 dilaksanakan pada Selasa (14/7) kemarin bertempat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Peringatan Hari Koperasi ke-73 dilaksanakan pada Selasa (14/7) kemarin bertempat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mendorong gerakan koperasi membentuk koperasi produksi untuk memberdayakan masyarakat lokal dari hulu ke hilir.

“Kita memiliki hasil produksi pertanian yang melimpah. Mulai dari buah-buahan seperti jeruk, salak, manggis, mangga, anggur dan sebagainya. Maka dari itu, Dinas Koperasi buatlah koperasi yang anggota-anggotanya adalah pelaku pertanian lokal Bali, misalnya petani jeruk anggota dari koperasi jeruk, petani salak bergabung dalam koperasi salak dan seterusnya,” ujar Gubernur Koster dalam sambutannya.

Dalam kelompok koperasi ini, juga diharapkannya usaha dimulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari bertani dilakukan oleh anggota koperasi, mengolah hasil pertanian hingga memasarkan. “Maka terbentukalh sistem dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kalau ini dikerjakan, riil manfaatnya untuk masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Gubernur Koster mengatakan, koperasi menjadi dimensi keseriusannya dalam kaitan sebagai ekonomi kerakyatan di Bali. Termasuk pula usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satu gebrakan yang pernah dibuat untuk mamajukan UMKM yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Busana Adat Bali. Dengan Pergub ini telah mampu membangkitkan UMKM termasuk perajin di dalamnya, yang penjualan busana adat menjadi menggeliat, sehingga berdampak pula pada ekonomi kerakyatan. Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Gubernur Koster mengucapkan Selamat Hari Koperasi ke-73 dan UMKM Nasional ke-5 Tahun 2020.

Sementara itu Plt. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali, AKBP (Purn) I Ketut Tiwi Effendhi, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali beserta jajarannya, yang telah berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Bali melalui bantuan stimulus kepada sektor informal, UMKM, IKM serta koperasi. “Kita tentu tahu Gubernur Bali telah menglontorkan dana dengan total keseluruhan mencapai Rp 94,4 miliar. Terdiri dari stimulus UKM, IKM dan Sektor informal senilai Rp 78,2 miliar serta Rp 16,4 miliar untuk menstimulus gerakan koperasi,” jelasnya.

Ketut Tiwi mengaku, meski masih dalam situasi Covid-19, bersyukur masih bisa merayakan hari Koperasi dengan pembatasan-pembatasan, sehingga tongkak sejarah koperasi sejak tahun 1947 sampai 2020 masih bisa dilaksanankan. Peringatan Hari Koperasi tahun ini mengambil tema “”Tatanan Kehidupan Era Baru Kebangkitan Koperasi sebagai Rumah Pemberdayaan UMKM”.

Sebelum puncak peringatan kemarin, Ketut Tiwi mengatakan, Dekonpinwil sudah melakukan kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi. Di antaranya webinar pemberdayaan koperasi dan menjaga likuiditas koperasi yang bekerja sama dengan Bank Permata, webinar dengan LPDB terkait bagaimana koperasi bisa mengakses permodalan melalui dana bergulir, webinar bisnis UMKM tetap efektif di era new normal,  melaksanakan penilaian koperasi yang berkinerja dengan baik, kegiatan sosial dalam bentuk memberikan bantuan sembako oleh gerakan koperasi di seluruh Bali, yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing untuk menghindari adanya PHK. Dalam kesempatan ini, juga diserahkan penghargaan kepada koperasi berprestasi. *wid/kk

BAGIKAN