Peran Perbankan perlu Ditingkatkan, KUR ke Petani Dianggap kurang Maksimal ?

Denpasar (bisnisbali.com) –Praktisi ekonomi menilai peran perbankan harus lebih ditingkatkan untuk memulihkan kebangkitan kegiatan ekonomi. Perbankan dalam memberikan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) ke petani pun sebenarnya juga sudah ada, hanya saja masih belum maksimal.

Praktisi ekonomi dan perbankan, Nyoman Sender di Renon, Selasa (2/6) menyampaikan, perbankan memang sudah melakukan restrukturisasi kredit debitur di tengah covid-19. Pemerintah pun juga sudah memberikan bantuan likuiditas kepada dunia perbankan.

“Bantuan-bantuan pemerintah selama ini sebenarnya sudah tepat seperti keringan pajak, listrik, air minum dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya. Tinggalah realisasinya di lapangan harus betul-betul sesuai dengan rencana, tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Sementara itu, presiden mengatakan saat ini pemerintah telah menyiapkan empat skema besar yang bisa ditempuh para petani agar tetap berproduksi dan menjaga ketersediaan bahan pokok.
Keempat skema itu di antaranya, program jaring pengaman sosial untuk meringankan biaya konsumsi rumah tangga, program subsidi bunga kredit, pemberian stimulus sebagai modal kerja bagi para petani dan nelayan yang dapat disalurkan melalui perluasan program KUR, serta bantuan melalui instrumen nonfiskal dengan cara mengupayakan kelancaran rantai pasokan yang akan meningkatkan produktivitas para petani dan nelayan.
Terkait kebijakan tersebut, Sender menilai, skema besar kebijakan pemerintah untuk petani dalam rangka ketahanan pangan itu sudah bagus secara teoritis, tinggal implementasinya di lapangan saja agar betul-betul dapat direalisir secara oprimal.

“Sering kebijakan itu hanya bagus di atas kertas tapi sangat lemah dalam realisasi di lapangan,” ujarnya.
Ia pun memprediksi fasilitas KUR ke petani masih belum maksimal. Itu terjadi karena banyak petani masih terkendala terkait teknis di bank yakni syarat-syarat yang harus dipenuhi dan kemampuan berkomunikasi petani yang masih rendah.
Satu kendala besar bagi perbankan adalah risiko memberikan kredit ke sektor pertanian itu memang relatif tinggi. Hal ini juga yang mempengaruhi dunia perbankan agak enggan membiayai sektor pertanian dalam arti luas, termasuk petani pangan dan nelayan.
“Jadi kebijakan pemerintah tersebut harus tepat sasaran,” harapnya.

Sender berpandangan apa yang telah ditempuh pemerintah dalam menghadapi covid-19 selama ini, sebenarnya sudah tepat.Tinggal implementasi di lapangan saja harus diawasi dengan ketat agar itikad baik pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. *dik

BAGIKAN