Perajin Lokal  ’’Dihantui” Gempuran Endek Luar Bali  

Surat Edaran Gubernur Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pengunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali tidak serta merta menyelesaikan persoalan yang dihadapi perajin lokal Bali.

Denpasar (bisnisbali.com)-Surat Edaran Gubernur Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pengunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali tidak serta merta menyelesaikan persoalan yang dihadapi perajin lokal Bali. Perajin dikhawatirkan tetap dihantui gempuran produk luar Bali yang punya motif serupa namun harga jauh lebih murah.

Perajin sekaligus perwakilan UD Putri Ayu, Ida Ayu Puspita Hartaty, saat dihubungi, Rabu (17/2) kemarin, mengaku kaget dengan keberadaan endek dari luar Bali khususnya Jawa yang memiliki harga jauh lebih murah dibandingkan kain yang diproduksinya. Bahkan selisih harganya mencapai tiga kali lipat. “Saya sempat lihat di Pasar Galiran di Klungkung, harga endek Jawa bisa sampe Rp 45.000 per meternya atau sekitar Rp 100 ribuan per kain,” ungkapnya.

Sementara untuk tenun endek yang diproduksinya, Dayu Ita, panggilan akrabnya, mengatakan harga yang ditawarkan paling murah Rp 110.000 per meternya atau Rp 275.000 per kain (panjang 2,5 meter). Harga tertinggi mencapai Rp 160.000 per meter atau Rp 400.000 per kain.

Perajin asal Blabatuh, Gianyar ini mengakui selama ini sering mendapatkan pertanyaan soal tingginya harga tenun endek yang diproduksinya. Dia pun berupaya menjelaskan produknya memiliki kualitas bahan dan pengerjaan yang lebih unggul dari endek Jawa yang ada di pasaran. “Pada akhirnya konsumen yang mengerti kualitas memang akan kembali ke kita,” ujarnya.

Disinggung soal dampak kerja sama Pemprov Bali dengan Rumah Mode Christian Dior, serta dikeluarkannya SE No. 4 tahun 2021, Dayu Ita mengaku permintaan memang sudah mulai meningkat. Terutama untuk tenun endek yang sama dengan motif yang diminta Christian Dior. Demikian halnya dengan adanya SE No. 4 tahun 2021 yang memberi gairah pada desainer Bali untuk berkarya, diharapkan juga memberi dampak bagi perajin agar bahan baku yang dipakai didapatkan dari perajin Bali.

Perbedaan harga tenun endek Bali dan luar Bali juga diungkapkan pemilik Odenant Tekstil, Cokorda Istri Mirah. Dia menyebutkan, untuk harga tenun endek Bali biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan tenun endek luar Bali. Untuk endek Bali, harga yang ditawarkan mulai dari Rp 350.000 per kain. Sementara endek luar Bali harga yang ditawarkan mulai Rp 125.000 per kain. Namun dalam berjualan dia mengaku selalu menjelaskan kepada konsumen mana endek Bali dan endek luar Bali, berikut perbedaan kualitasnya. *wid

BAGIKAN