Perajin Gerabah Lirik Pasar Lokal 

Kerajinan gerabah Blahbatuh menjadi daya tarik wisata yang bisa disaksikan wisatawan yang berkunjung ke Gianyar. 

KERAJINAN - Kerajinan gerabah yang diproduksi pengerajin gerabah Blahbatuh. 

Gianyar (bisnisbali.com) –Kerajinan gerabah Blahbatuh menjadi daya tarik wisata yang bisa disaksikan wisatawan yang berkunjung ke Gianyar.  Etik, salah satu perajin gerabah di Perangsada, Gianyar, Minggu (20/9) mengatakan kini perajin tidak bisa mengandalkan pariwisata akibat pandemi Covid -19. Sebaliknya lebih mengandalkan serapan produk dari pasar lokal.

Diungkapkannya, sebelum Covid-19 banyak wisatawan mancanegara yang mampir ke Perangsada, Blahbatuh. Selain melihat proses pembuatan kerajinan gerabah, wisatawan selalu membeli produk gerabah untuk oleh-oleh.

Etik menjelaskan wisatawan yang berlibur ke Blahbatuh kerapkali membeli kerajinan gerabah dalam bentuk jeding. Selanjutnya jeding ini dijadikan oleh-oleh sebagai tempat air atau dekorasi ruangan.

Menurutnya, semenjak perkembangnya Covid-19 tidak ada wisatawan yang singgah ke sentra kerajinan gerabah Blahbatuh. Kini perajin gerabah hanya mengandalkan pasar lokal.

Beruntung di Bali banyak kegiatan upacara adat mulai dari pitra yadnya sampai dewa yadnya. Seperti upacara pitra yadnya, masyarakat banyak membutuhkan gerabah seperti  jenis payuk. Gerabah berbentuk payuk berukuran kecil sampai sedang ini ditawarkan mulai dari Rp 10.000 – Rp 20.000 per pcs.

Kadek Sari, perajin lainnya membenarkan produk kerajinan gerabah saat ini masih fokus menggarap pasar lokal. Produk gerabah yang dihasilkan tidak hanya menyasar pasar Gianyar.

Diakui Sari, kerajinan gerabah juga menyasar pasar Denpasar, Klungkung dan daerah lainnya. Pemasaran ke luar kawasan Gianyar memanfaatkan jasa pengepul. Tungku, payuk, jeding, dan lainnya yang dipasarkan dari RP 15.000 -Rp 150.000 per pcs. *kup

BAGIKAN