Penyegaran Manajemen, SGB Bali Akui Selesaikan 80 Persen Kasus

PT Solid Gold Berjangka Cabang Bali (SGB Bali) berkomitmen menyelesaikan pengaduan nasabah yang masih berlangsung hingga sekarang.

Denpasar (bisnisbali.com) –PT Solid Gold Berjangka Cabang Bali (SGB Bali) berkomitmen menyelesaikan pengaduan nasabah yang masih berlangsung hingga sekarang. Pihak manajemen berjanji akan menangani dengan cepat dan sebaik-baiknya.
“Dari total keseluruhan pengaduan yang diterima, sudah diselesaikan mencapai 80 persen lebih kasus,” kata Pimpinan Cabang SGB Bali, Peter Christian Susanto di Renon, Selasa (7/7).
Ia pun berharap kepada para nasabah dapat lebih bersabar karena dibutuhkan prosedur dalam penyelesaian pengaduan sesuai dengan peraturan kepala Bappebti No. 125 Tahun 2015.

“Yang jelas, semua pengaduan akan kami terima, telaah dengan cermat dan selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Saat ini SGB Bali melakukan restrukturisasi manajemen dengan menunjuk Peter Christian Susanto sebagai Pimpinan Cabang menggantikan Zaidan Farhan. Penunjukkan ini sesuai dengan SK BAPPEBTI No :0001/BAPPEBTI/SP-KC/04/2020.
Perombakan kepemimpinan dilakukan sebagai hasil evaluasi manajemen dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Selain perombakan, managemen juga mengambil langkah lain yaitu memutus hubungan kerja Zaidan Farhan beserta tim terhitung sejak akhir Juni 2020.

“Kami menyesalkan atas apa yang terjadi sebelumnya. Sejak pertama kali berdiri 2007, SGB memiliki semangat untuk memberikan pelayanan transaksi terbaik kepada nasabah. Oleh karenanya kami dapat bekembang hingga mencapai 7 kantor operasional sekarang di Indonesia dan mengantongi sejumlah penghargaan dari berbagai lembaga,” jelasnya.
Selanjutnya, dengan penyegaran manajemen yang ada sekarang, Peter mengakui akan hadir dengan semangat dan pelayanan yang lebih memuaskan kepada seluruh nasabah serta akan meningkatkan edukasi perdagangan berjangka komoditi lebih luas lagi.
“Kami siap berubah dengan pelayanan yang lebih baik. Kami akan membangun komunikasi dan relasi yang lebih dekat dengan nasabah,” paparnya.

Diakui, bisnis ini adalah bisnis kepercayaan maka sejak awal pendirian, manajemen senantiasa menanamkan prinsip pelayanan prima dengan mengedepankan kebutuhan nasabah. Namun demikian, dalam menjalankan prinsip ini tentu berbagai tantangan dihadapi termasuk dari setiap individu yang menjadi bagian dari manajemen.“Intinya kami siap berubah untuk lebih baik,” ucapnya.*dik

BAGIKAN