Penyakit Babi Mewabah, Peternak Diminta Amankan Kandang  

Penyakit babi sudah mewabah berdampak pada peningkatan angka kematian ternak babi.

KANDANG - Peternak diharapkan menerapkan pola kandang yang baik.

Gianyar (bisnisbali.com) –Penyakit babi sudah mewabah berdampak pada peningkatan angka kematian ternak babi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Made Raka  mengatakan peternak wajib mengamankan kandang dengan oss kandang yang baik bagi kadang yang belum terkena maupun kandang yang belum terkena wabah penyakit babi.

Peternak babi wajib meningkatkan biosecurity pada kandang. Ini dilakukan serentak oleh peternak guna menutup celah perkembangan virus atau penyakit babi. Bagi ternaknya masih hidup, peternak wajib melakukan pengawasan keluar masuk orang barang dan hewan ke dalam kandang. Untuk mencegah masuknya penyakit ternak ke dalam kandang melalui perantara orang dan barang.

Made Raka menyampaikan jika sudah terjadi kematiàn ternak dalam kandang peternak wajib melakukan langkah penangan lebih lanjut. Peternak dilarang membuang bangkai babi ke sungai.

Menurutnya langkah yang paling aman ternak yang mati mesti dibakar. Selanjutnya abu hasil pembahakaran mesti ditanam. “Dipastikan penyakit dari ternak yang mati ini tidak menular kepada ternak babi di kawasan lain,” tegasnya.

Made Raka menambahkan ternak babi dipastikan aman jika peternak menerapkan biosecurity secara rutin. Peternak wajib menerapkan manajemen kandang terutama memperhatikan sisi kebersihan kandang. “Dengan upaya penganan kandang angka kematian ternak babi di Gianyar bisa terus menurun,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Gianyar sudah berkoordinasi dengan GUPBI Bali menangani wabah penyakit babi di Gianyar. Ini terutama dengan mengumpulkan data babi terkena wabah penyakit babi.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pihaknya sudah membantu peternak mengantisipasi wabah virus penyakit pada ternak babi. Sebelumnya gebrakan pemerintah dengan melakukan identifikasi kepada 11 desa yang terdapat ternak babi yang mati. “Kemungkinan laporan ternak yang mati bisa bertambah,” ucapnya.

Ia menyampaikan peternak yang ternak babi telah terkena wabah penyakit babi wajib mengkosongkan kandang. Ini guna memotong siklus wabah penyakit babi yang kini merebak di Bali. Kandang mesti dibersihkan dan peternak wajib melaksanakan biosecurity. Ini guna memastikan memotong siklus penyakit babi.

Menurutnya, pemerintah memberikan permakluman kepada peternak selama 6 bulan tidak memelihara babi. Anakan babi yang masih tersisa diharapkan dipindahkan sehingga tidak terserang penyakit babi.

Mahayastra memastikan menghabiskan babi untuk dipotong terutama di kawasan peternakan  yang sudah tertular penyakit babi. “Bagi kawasan yang belum terkena penyakit babi mesti meningkatkan biosecurity,” tegasnya. *kup

BAGIKAN