Penunggak Pajak Terancam Tak Dapat Bantuan

Bantuan Hibah Pariwisata yang diberikan pemerintah pusat kepada pelaku usaha di sektor pariwisata dan restoran di Bali berpotensi tak bisa dinikmati oleh wajib pajak (WP) yang menunggak pajak.

PARIWISATA – Pandemi Covid-19 telah membuat kunjungan wisatawan di Tabanan  menurun drastis.

Tabanan (bisnisbali.com) –Bantuan Hibah Pariwisata yang diberikan pemerintah pusat kepada pelaku usaha di sektor pariwisata dan restoran di Bali berpotensi tak bisa dinikmati oleh wajib pajak (WP) yang menunggak pajak. Khusus Kabupaten Tabanan, alokasi hibah tersebut senilai Rp 7.443.100.000 yang terbagi menjadi 70 persen akan dialokasikan ke pelaku usaha dan 30 persen dialokasikan ke pemerintah daerah.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, I Dewa Ayu Sri Budiarti, Jumat (16/10) kemarin, mengungkapkan, karena terdampak pandemi Covid-19 para pelaku sektor pariwisata di Bali mendapat bantuan hibah dari pemerintah pusat yang totalnya mencapai Rp 1.183.043.960.000. Di pelaku pariwisata ini hibah akan diberikan ke kalangan hotel dan usaha restoran yang di Kabupaten Tabanan terdata mencapai 491 usaha.

“Namun dari total jumlah tersebut, kami akan data lagi ke bawah untuk melakukan pengecekan karena ada beberapa ada kemungkinan tutup. Sekaligus ini untuk mengecek terkait kelayakan sekaligus persyaratan penerima bantuan hibah nantinya,” tuturnya.

Kata Dewa Ayu, syarat penerima hibah ini di antaranya adalah tidak adanya tunggakan pajak dari WP sejak 2019. Selain itu, WP secara rutin harus melaporkan pajak di tengah pandemi meski tidak ada pendapatan karena nihil tamu.

Di sisi lain katanya, khusus untuk klasifikasi penerima Hibah Pariwisata menyangkut data hingga bagaimana mekanisme dan proses penyaluran hibah itu sendiri. “Sebab itu pula terkait mekanisme penyaluran hibah, apakah akan masuk ke APBD dulu, atau pencairan hibah disalurkan pemerintah pusat langsung ke WP? Hal tersebut baru akan bisa diketahui nanti setelah staf saya datang dari sosialisasi di Tangerang,” kilahnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah mendapat petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Hibah Pariwisata ini, selanjutnya baru akan dilakukan sosialisasi ke para pelaku usaha pariwisata, sehingga para pelaku usaha ini juga bisa mempersiapkan diri untuk memenuhi ketentuan yang diminta sebagai penerima bantuan hibah. Sementara itu, saat ini di tengah pandemi Covid-19 sejumlah hotel dan restoran yang ada di Tabanan khususnya usaha berskala kecil masih tetap beroperasi. Cuma waktu operasionalnya tidak full buka setiap hari, karena minim bahkan hampir tidak ada tamu. Itu pula yang kemudian berdampak pada penerimaan daerah bersumber dari pajak hotel dan restoran di Kabupaten Tabanan yang menurun dari sebelumnya.*man

BAGIKAN