Pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Nelayan

Gianyar (bisnisbali.com) – Program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja informal atau bukan penerima upah maupun bagi formal atau penerima upah. Untuk itu pemberi kerja wajib untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya.

Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Karangasem Amlapura, Nambela Ramawaspada mengatakan BPJamsostek menyelenggarakan 4 program jaminan sosial meliputi Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Bagi tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal dengan iuran Rp16.800 per bulan (Rp201.600 per tahun) dapat memperoleh manfaat 2 program jaminan sosial meliputi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Nambela mengatakan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya bagi BPU. Satu contoh nelayan I Ketut Sugiarta. Ia meninggal dunia beberapa waktu lalu dan merupakan seorang nelayan yang terdaftar sebagai peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan sejak Bulan Juli 2020 lalu dengan dua program, yaitu JKK dan JKM.
Oleh karenanya Ni Ketut Sekar yang selaku ahli waris berhak mendapatkan santunan dari program jaminan jematian BPJamsostek Rp 42.000.000 berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.
Ia mengatakan sangat berterimakasih dengan adanya BPJamsostek. Beliau yang merupakan istri almarhum merasa terbantu dengan adanya program seperti ini.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih karena santunan ini bisa saya gunakan untuk biaya ngaben dan sisanya saya buat usaha untuk menyambung hidup,” ungkap Ketut.

Nambela Ramawaspada didampingi oleh Anggota Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dari BPJamsostek, I Nyoman Lika Wardana menyerahkan santunan jaminan kematian kepada Ni Ketut Sekar selaku ahli waris dari I Ketut Sugiarta berharap agar santunan tersebut bisa bermanfaat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
“Ini merupakan bukti nyata dari perlindungan BPJamsotek dan saya berharap seluruh warga Karangasem dapat terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan,” paparnya.
Di tengah wabah covid-19 ini, terutama untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dari risiko sosial ekonomi yang bisa terjadi kapan saja. Semoga santunan ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat yang lainnya mau peduli atas manfaat program BPJamsostek.
Seperti yang telah tercantum pada Peraturan Bupati Karangasem Nomor 13 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bali Gianyar, Bimo Prasetiyo menambahkan bahwa nelayan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan BPU sudah terlindungi dalam dua program, yaitu program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Program jaminan kematian memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42.000.000 dari peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Sedangkan jaminan kecelakaan kerja memberikan perlindungan kepada nelayan mulai berangkat dari rumah, selama di perjalanan, selama melakukan aktivitasnya di laut, sampai kembali lagi ke rumah.
“Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, biaya pengobatan dan perawatannya kita tanggung sesuai indikasi medis sampai tenaga kerja tersebut sembuh tanpa ada batasan biaya,” jelas Bimo.*r

BAGIKAN