Penting, Investasi Hadapi Situasi Darurat Saat Pandemi

Tepat setahun, pandemi Covid-19 telah melanda dan mempengaruhi kondisi ekonomi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tepat setahun, pandemi Covid-19 telah melanda dan mempengaruhi kondisi ekonomi. Kondisi ini membuat banyak masyarakat lebih menyadari betapa pentingnya investasi untuk mempersiapkan situasi darurat.

Seperti disampaikan praktisi ekonomi dan bisnis dari Undiknas University, Prof. Dr. Gede Sri Darma, di Renon, Selasa (9/3) kemarin, saat inilah waktu yang tepat berinvestasi. Berkurangnya pendapatan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi akibat lesunya perekonomian sebagai imbas dari pandemi menjadikan investasi sebagai alternatif penghasilan tambahan untuk mengatasi kesulitan ekonomi.

Direktur Undiknas Graduate School (UGS) ini menerangkan, dari sejumlah instrumen investasi yang populer saat ini, tabungan masih menjadi pilihan yang banyak dipilih orang untuk menyediakan dana darurat. Hal itu ditandai dengan peningkatan jumlah simpanan di lembaga keuangan. Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah terjadi peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan sepanjang 2020 yang disertai perlambatan kredit. Demikian juga data dari Laporan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menyebutkan, simpanan masyarakat di perbankan senilai Rp 6.737 triliun pada Januari 2021. “Jumlah itu naik 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2020,” ujarnya.

Dari jumlah itu, pangsa deposito mencapai 41,4 persen atau yang paling besar, tabungan 32 persen dan giro 25,5 persen. “Dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada pada kisaran 3,5 persen persen, deposito bisa jadi kurang menarik,” terangnya.

Sri Darma mengungkapkan, mengalihkan investasi kepada produk lain di luar deposito yang memiliki profil risiko yang kecil juga menjadi pilihan yang bijak. Ia pun menyampaikan, alternatif investasi lain di tengah periode pandemi Covid-19 dan tren penurunan suku bunga adalah surat berharga negara (SBN) ritel seri SR014 sebesar 5,47 persen.

Disinggung investasi memerlukan dana yang besar apalagi di tengah kondisi pandemi, Sri Darma menjelaskan tidak seperti itu. Sebab, ada pula investasi yang terjangkau yaitu cukup mulai dari Rp 1 juta sudah bisa berinvestasi. “Intinya justru saat pandemilah, momentum kesadaran berinvestasi itu penting. Uang jangan dihambur-hamburkan jika tak perlu,” ucapnya.

Ia mencontohkan, investasi di SBN karena bisa via perbankan atau dapat juga langsung lewat aplikasi sekuritas. Kaum milenial biasanya senang lewat aplikasi dari sekuritas, misalnya Mandiri Sekuritas, BRI Dana Reksa Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, Mirra Asset Sekuritas maupun Phillip Sekuritas.*dik 

BAGIKAN