Penjualan Masker Fashion Menurun        

BEBERAPA bulan lalu atau di awal pandemi Covid-19 penjualan masker fashion (kain) cukup booming dikarenakan harga masker medis melonjak.

MASKER - Produsen masker fashion tengah memajang produknya.

BEBERAPA bulan lalu atau di awal pandemi Covid-19 penjualan masker fashion (kain) cukup booming dikarenakan harga masker medis melonjak. Namun seiring harga masker medis yang mulai turun dan tidak sulit lagi didapatkan, permintaan masker fashion mulai menurun. Pelaku usaha ini pun mulai melirik peluang usaha lain.

Salah seorang pelaku usaha fashion lukis, Ida Ayu Harmaita Wijayanti, saat ditemui di Denpasar, Rabu (4/11) kemarin, mengatakan, ketertarikan masyarakat terhadap masker medis memang lebih tinggi. Dengan harga yang saat ini telah terjangkau dan tidak langka, masyarakat mulai beralih kembali ke masker medis dan perlahan penjualan masker fashion menurun. “Awal-awal pandemi yang harga masker medis sangat tinggi, membuat masyarakat lebih memilih masker kain. Saat itu penjualan masker fashion cukup tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahkan saat itu dari berjualan masker mampu meningkatkan pendapatannya di tengah menurunnya permintaan terhadap fashoin lukis lainnya. Meski permintaan masker lukis saat ini menurun, Dayu Ita, panggilan akrabnya, mengatakan, penjualan produk lukis lainnya seperti baik baju atasan, kebaya dan lainnya mulai menunjukan pergerakan dengan naiknya permintaan. “Kalau dulu memang benar-benar diam produk fashion lainnya dan kami lebih fokus ke masker lukis, namun saat ini sudah mulai berimbang permintaan antara masker dan fashion lukis lainnya,” jelasnya.

Diceritakannya, masker fashion khususnya lukis yang diproduksinya telah mampu dipasarkan hingga ke luar negeri seperti Amerika, Sipangura dan Malaysia. Di dalam negeri, masker lukis buatannya telah menyasar beberapa daerah terutama Papua dan Jakarta.

Senada dengan itu, pengusaha yang bergerak di bidang fashion lainnya, Rhea Cempaka juga mengatakan, penjualan masker fashion saat ini telah menurun. Selain karena masker medis digemari, keberadaan masker fashion yang begitu banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan juga membuat permintaan masker fashion di tempatnya menurun.

“Di awal pandemi kami banting setir memproduksi fashion yang dibutuhkan di tengah pandemi, termasuk masker dan itu cukup booming. Tapi sekarang karena yang jual masker juga sudah banyak kami beralih kembali menjual piama, daster dan fashion lainnya dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya. *wid

BAGIKAN