Penjualan Gitar Turun hingga 50 Persen

Nama I Wayan Tuges tidak asing lagi di kalangan musisi nasional.

KARYA-I Wayan Tuges dengan berbagi karya gitarnya

Gianyar (bisnisbali.com) –Nama I Wayan Tuges tidak asing lagi di kalangan musisi nasional. Produsen gitar sejak 2005 ini telah memiliki sekitar 2.000 karya yang pemasarannya lebih banyak keluar negeri. Namun sejak pandemi Covid-19 merebak, penjualannya menurun hingga 50 persen.

Ditemui Rabu (26/8) di Guwang, Sukawati, Gianyar, dia mengatakan, saat ini optimal mengandalkan penjualan dalam jaringan (daring).  “Sebenarnya sih banyak tamu-tamu yang mau datang, tapi gara-gara pandemi Covid-19 tidak jadi. Syukur ada beberapa yang pesan online,” ujarnya sembari mengatakan penjualan menurun 50 persen.

Dikatakan, pihaknya harus mengurangi jumlah karyawan yang bekerja.  Jika kondisi ini terus berlanjut, Teges mengaku ke depan akan memaksimalkan penjualan daring.

Disinggung soal pemasaran, pria yang sempat belajar cara membuat gitar selama 2 tahun ini mengatakan, pangsa pasar lebih kepada musisi luar negeri, terutama Amerika. Meski demikian, musisi-musisi tanah air juga kerap membeli gitar darinya, seperti Iwan Fals dan sebagainya.

Satu buah gitar yang diproduksinya dijual mulai dari USD 1.000. Pengerjaan gitar-gitar yang diproduksinya cukup memakan waktu, paling cepat dua bulan serta paling lama hingga satu tahun.  “Yang lama itu ukirannya, karena gitar kami bukan hanya instrumen, tapi juga karya seni,” terangnya.

Selain gitar, Wayan Tuges mengatakan juga memproduksi instrumen lainnya okulele, gitar,  mandolin,  bas dan sebagainya. “Kita produksi semua instrumen yang berdawai,” imbuhnya.  *wid

BAGIKAN