Peningkatan Penumpang Transportasi Darat belum Signifikan

Memasuki tatanan kehidupan era baru (new normal) penggunaan jasa transportasi darat  khususnya antar kota antar provinsi (AKAP) mulai ada peningkatan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Memasuki tatanan kehidupan era baru (new normal) penggunaan jasa transportasi darat  khususnya antar kota antar provinsi (AKAP) mulai ada peningkatan. Namun peningkatan yang terjadi tidaklah signifikan bahkan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) masih terdiam.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DPD Bali I Ketut Edy Dharma Putra, saat ditemui,  mengatakan, ada berapa kendala yang membuat jumlah penumpang masih belum signifikan. Di antaranya, adanya aturan melakukan rapid test sebelum melakukan keberangkatan bagi penumpang, beberapa daerah masih zona merah serta penumpang yang melakukan perjalanan adalah bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak. “Kalau tidak ada tujuan yang benar-benar penting, meraka tidak berangkat. Ini yang membuat penumpang belum signifikan saat ini,” ungkapnya.

Saat ini, lebih lanjut Edi mengatakan persentase keberangkatan khususnya AKAP sudah hampir mencapai 60 persen. Berbeda dengan sebelum diberlakukan tatanan kehidupan baru yang keberangkatan hanya mencapai 20-30 persen. Namun keberangkatan dikatakan tidak berlangsung setiap hari. Untuk satu tujuan daerah saat ini hanya berlaku 3 kali keberangkatan dalam seminggu dan itu dilakukan bergilir dari masing-masing pengusaha transportasi.

Sementara untuk AKDP dikatakannya masih belum bergerak, bahkan dikatakannya mati, termasuk pula travel. “Kalau travel memang ada pergerakannya, tapi sedikit sekali. Lebih untuk melayani permintaan upacara keagamaan di Bali, seperti meajar-ajar, tapi itu sedikit,” terangnya.

Edy mengatakan, jasa transportasi juga sangat bergantung pada kedatangan pariwisata, terutama wisatawan manca negara. Dibukanya pariwisata domestik, menurutnya belum memiliki pengaruh signifikan terhadap operasional jasa transportasi di Bali. Untuk itu, dibukanya pariwisata manca negara menjadi harapan bagi pelaku usaha jasa transportasi. *wid

BAGIKAN