Pengusaha Pariwisata Mesti Gencarkan Diskon 50 Persen

Lokomotif perekonomian Bali lebih banyak digerakan oleh sektor pariwisata.

BPR - Layanan BPR ke sektor UMKM

Denpasar (bisnisbali.com) –Lokomotif perekonomian Bali lebih banyak digerakan oleh sektor pariwisata. Ketua Tim Literasi dan Inklusi Keuangan DPK Perbarindo Badung, Nengah Sutha Semadi, Senin (21/9) mengatakan dalam pandemi Covid-19 pelaku pariwisata Bali lebih optimal menggarap wisatawan domestik (wisdom) guna menggerakan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menumbuhkan sektor perbankan.

Diungkapkannya, dalam pandemi Covid-19 saat ini sektor pariwisata Bali hanya bisa menggarap pasar wisdom dan masyarakat lokal. “Pasar wisdom jika digarap optimal akan mampu menggerakan sektor pariwisata Bali,” ucapnya.

Sutha Semadi menyarankan kepada pemerintah dan pengusaha pariwisata khususnya hotel-hotel besar dan hotel yang sudah terkenal bisa menarik wisdom untuk datang dan berlibur ke Bali. Penggarapan wisdom ini tentunya dengan tatanan kehidupan era baru dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, pelaku pariwisata mesti memberikan promo-promo untuk menggaet wisdom agar berlibur ke Bali. Antara lain dengan memberikan potongan minimum 50 persen. Dengan promo tersebut wisdom akan tertarik untuk berkunjung ke Bali.

Sutha Semadi mencontohkan hotel di depan Pantai Kuta, hotel di kawasan ITDC, hotel di kawasan Ubud dan daerah lainya mesti optimal menggarap pasar wisdom. “Walaupun dalam pandemi Covid-19,  wisdom pasti akan tertarik ke Bali,” tegasnya. Ia memastikan dengan peningkatan kunjungan wisdom ke Bali akan berdampak pada UMKM dan perbankan. Ini dikarenakan UMKM, sektor pendukung pariwisata pasti akan butuh modal kerja. BPR yang menyalurkan kredit modal kerja ke sektor UMKM.

Sutha Semadi menambahkan peran BPR dan pemerintah untuk menggeliatkan dan membangkitkan ekonomi Bali. “Hari raya dan pilkada dipastikan juga akan bisa menggairahkan ekonomi Bali,” tambahnya. *kup

BAGIKAN