Pengusaha Bantu Naker Kantongi Kartu Prakerja

Gianyar (Bisnis Bali.com)-

Dampak pandemi corona (covid-19) menyebab pelaku usaha termasuk yang bergerak di sektor handicraf merumahkan karyawan. Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali, Ketut Dharma Siadja Selasa (5/5) sebagai tanggung jawab sosial pelaku usaha membantu tenaga kerja yang dirumahkan untuk mengurus kartu prakerja.

Dharma Siadja mengungkapkan sebagian besar palaku usaha yang handicraf dan industri lainnya tidak kebagian order karena dampak pandemi Corona. Ini diakibat di negara pasar para buyer sama-sama menghadapi ancaman pandemi Corona.
Ia menjelaskan karena fokus memerangi covid-19 para buyer menghentikan operasional dan lebih banyak melakukan sosial distancing dan physical distancing. Tidak ada orderan, berdampak sektor usaha handicraf dan sektor industri yang lain di Bali.
Owner Dharma Siadja Galery Mas Ubud memaparkan tidak adanya orderan dari buyer atau konsumen praktis kegiatan produksi terhenti. Ini secara tidak langsung tenaga kerja dirumahkan sampai perekonomian pulih pasca dampak pandemi corona.
Lebih lanjut dikatakannya, ketika tenaga kerja dirumahkan pelaku usaha handicraf masih memiliki tanggungjawab sosial. Ini mencakup memastikan tenaga kerja mampu memenuhi kehidupan keluarga.
Pelaku usaha memfasilitasi penyiapan surat keterangan bagi karyawan dirumahkan bagi pekerja yang ingin mendapatkan bantuan pemerintah melalui BLT. Untuk saat ini pelaku usaha handicraf lebih fokus membantu tenaga kerja yang dirumahkan sehingga bisa mengantongi kartu pra kerja.
Ketut Dharma Siadja menambahkan tidak semua lapisan buruh atau pekerja bisa menggunakan smartphone atau komputer untuk mendaftarkan dirinya. ” Ini wujud tanggungjawab sosial pelaku usaha agar karyawan yang dirumahkan mendapatkan kartu pra kerja dan selanjutnya mendapatkan fasilitas dan bantuan pemerintah,”tegasnya.* Kup

KARTU PRAKERJA, Pekerja dari sektor industri yang dirumahkan dan perlu difasilitasi mendapatkan kartu prakerja.
BAGIKAN