Penguatan Likuiditas masih Jadi Perhatian BPR  

Memasuki akhir tahun 2020, masalah penguatan likuiditas masih menjadi perhatian utama sektor perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

LIKUIDITAS - BPR memperkuat likuiditas guna memperkuat layanan kepada nasabah dalam masa pandemi Covid-19.

Gianyar (bisnisbali.com) –Memasuki akhir tahun 2020, masalah penguatan likuiditas masih menjadi perhatian utama sektor perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Likuiditas yang kuat akan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BPR dalam masa pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali IDGM Darmawijaya mengungkapkan hal itu di Gianyar, Senin (23/11).  Disebutkannya, permasalahan likuiditas masih menjadi momok dan perhatian utama industri BPR. Ketika likuiditas tidak terjaga maka akan menjadi masalah besar bagi BR dalam pandemi Covid-19. BPR bisa kehilangan kepercayaan. ‘’Likuiditas tidak terjaga maka kepercayaan masyarakat akan terancam,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Satgas Covid-19 Perbarindo Bali terus mendorong BPR untuk memperkuat likuiditas bank. Menginjak akhir 2020, masyarakat dan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih berupaya bertahan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ini antara lain dengan menarik simpanan di bank.

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Upaya tersebut baik dari sisi kesehatan, pendidikan, bantuan sosial maupun ekonomi, namun masih perlu mendapat dukungan maksimal dari seluruh masyarakat.  Di sisi lain, masyarakat sudah kehabisan energi dalam menghadapi lamanya penanganan pandemi Covid-19. Selain memanfaatkan jaringan pengaman sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT), mereka berharap bisa bertahan hidup dengan menggunakan tabungan di bank atau lembaga keuangan lainnya.

Dirut BPR Sarijaya ini menyatakan ketika masyarakat secara bergelombang menarik tabungan akan berdampak terhadap aktivitas perbankan. Oleh karena itulah BPR wajib melakukan penguatan likuiditas. “Ini guna memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat yang akan melakukan penarikan dana untuk pemenuhan keperluan hidup selama pandemi Covid-19,” jelasnya.

IDGM Darmawijaya menambahkan, guna menanggulangi permasalahan likuiditas BPR di Bali bisa mengedepankan cara gotong royong membantu penguatan likuiditas  sesama BPR. BPR juga dapat maksimalkan peran Apex BPR bersama BPD guna membantu penguatan likuiditas masing-masing BPR. *kup

BAGIKAN