Pengolahan Sampah Diminati Investor

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, S.H., M.H. mengatakan, pengolahan sampah ternyata cukup menarik bagi para investor.

IZIN - Masyarakat mengurus izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, S.H., M.H. mengatakan, pengolahan sampah ternyata cukup menarik bagi para investor. Terbukti sektor ini diminati oleh investor lokal hingga investor asing.

Visi Gubernur Bali bagaimana menjadikan Bali bersih dari sampah plastik, tampaknya gayung bersambut dengan keinginan sejumlah investor untuk bergerak di bidang tersebut. “Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, menjadi salah satu pergub yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu upaya untuk menjadikan Bali bersih tidak hanya dari sampah plastik tetapi juga semua jenis sampah, karenanya memang dibutuhkan investor di bidang ini meski seruan untuk menyelesaikan persoalan sampah harus dilakukan dari sumbernya,” terang Dewa Mantera,  di Denpasar.

Dikatakan, penanganan sampah akan dilakukan dari hulu ke hilir sehingga Bali bersih dari sampah dapat terwujud. “Banyak investor yang sudah menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi di bidang sampah ini. Ada investor lokal Bali, investor skala nasional dan juga investor luar negeri, jadi sudah banyak yang tertarik,” ungkapnya.

Meski demikian dikatakan akan dilakukan seleksi lebih ketat agar benar-benar berjalan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Bali Nangun Sat Kerti Loka Bali yang menuju pembangunan Bali era baru. “Sesuai dengan arahan pimpinan, investor yang diutamakan adalah yang lokal dulu. Kalau tidak ada lokal ya investor nasional baru investor luar. Memang investor yang datang ke Bali dinilai dengan teliti. Mau berinvestasi di bidang apa, nilainya berapa, lokasinya di mana, jadi semuanya harus jelas,” tukasnya.

Dikatakan, pihaknya sebagai penerbit izin tidak akan gegabah menerbitkan izin. Meski demikian, proses perizinan juga akan diberikan dengan cepat dan tidak diskriminatif. “Kami tetap melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknya supaya tidak dikatakan menghambat. Semua akan kami layani sesuai dengan SOP yang kami miliki dan juga waktunya sangat terukur. Sebelum limitnya berakhir sudah akan terselesaikan,” ucap Dewa Mantera.

Saat ini sudah mengarah ke e-perizinan, menyesuaikan dengan era revolusi industri 4.0 ini yang dituntut semua serba digital. “Karena semua mengarah ke e-perizinan, jadi tidak perlu datang ke kantor, tetapi bisa melakukan permohonan melalui online dan tinggal mengambil ke kantor bila perizinan sudah selesai,” terangnya.

Ke depannya dikatakan, kalau sudah terlaksana e-perizinan sepenuhnya, tidak perlu datang lagi ke kantor. Bila proses perizinan sudah jadi, masyarakat dapat print izin tersebut di mana saja. “Karena sudah ada tanda tangan elektronik, bila semua persyaratan sudah lengkap mengurus izin lewat online saja cukup mudah. Masing-masing bidang sudah memverifikasi sesuai bidangnya, dan bila sudah lengkap izin pasti jadi dan masyarakat dapat memprint sendiri,” pungkas Dewa Mantera. *pur

BAGIKAN